Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Uji Kompetensi Nasional Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pariwisata (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif unggul.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad, dikonfirmasi ANTARA, Rabu, menyampaikan uji kompetensi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kompetensi para pejabat fungsional dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi mereka di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Pada 2025, uji kompetensi ini dilaksanakan untuk peserta yang akan naik jenjang jabatan. Tercatat sebanyak 102 orang dari instansi pusat dan daerah di seluruh Indonesia mendaftar sebagai peserta.
Baca juga: Kemenpar dapat nilai sangat memuaskan dalam pengawasan kearsipan dan digitalisai arsip 2024
Baca juga: Menpar ingin Pulau Penyengat Kepri sebagai pusat wisata halal terbesar ASEAN
Baca juga: Kemenpar hadirkan program tur gastronomi di Pameran Pangan Nusa 2025
“Dari 102 pendaftar, sebanyak 47 peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi. Mereka kemudian melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pelaksanaan Uji Kompetensi Teknis yang berlangsung pada 8–9 Oktober 2025,” kata Martini.
Metode uji kompetensi yang digunakan untuk kenaikan jenjang ke Ahli Muda mencakup studi kasus dan wawancara berbasis kompetensi atau Competency-Based Interview (CBI).
Sementara itu, untuk kenaikan jenjang ke Ahli Madya, metode yang digunakan meliputi studi kasus, paparan presentasi, dan wawancara CBI.
Materi yang diujikan telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.
“Kami berharap peserta yang lulus uji kompetensi ini dapat terus mengembangkan kariernya dan melangkah ke jenjang jabatan yang lebih tinggi,” tutur Martini.
