Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti langkah menuju kedaulatan ekologis, termasuk dalam penanganan radioaktif Cesium-137 di Cikande sampai dengan upaya penanganan sampah.

Dalam pernyataan terkonfirmasi dari Jakarta, Selasa, Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif menyatakan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan langkah nyata menuju kedaulatan lingkungan dan ketahanan ekologis nasional lewat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Salah satu langkah nyata itu, katanya, dengan KLH/BPLH mempertegas kedaulatan ekologis melalui penanganan kontaminasi radioaktif di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Insiden paparan Cesium-137 berhasil ditangani melalui kolaborasi lintas lembaga.

"Kasus Cikande menjadi pengingat bahwa perlindungan lingkungan juga bagian dari pertahanan negara. Kedaulatan lingkungan mencakup keamanan ekologis," ujar Menteri Hanif.

Dia memaparkan selama setahun terakhir KLH/BPLH mencatat capaian historis dalam penanganan krisis sampah nasional melalui kebijakan "Akhiri Open Dumping Sampah: Bangun Peradaban Harmonis dengan Alam dan Budaya".

Sebanyak 246 dari 343 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) open dumping ditutup atau direvitalisasi, setara dengan penurunan 21,85 persen timbunan sampah nasional atau sekitar 12,37 juta ton per tahun.

Langkah itu juga dipertegas dengan komitmen pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai bagian dari target penyelesaian sampai mencapai 51 persen di 2025 dan 100 persen pada 2029.

KLH juga membentuk Waste Crisis Center (WCC) yang mengintegrasikan pemantauan kapasitas TPA secara real-time dan penanganan cepat di daerah darurat sampah.

Baca juga: BRIN analisis sampel tanah terkontaminasi Cs-137 dari Cikande Tangerang
Baca juga: Pemerintah targetkan dekontaminasi Cesium-137 selesai Desember 2025
Baca juga: Kasus radiasi Cikande naik ke tahap penyidikan



Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026