Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya mempercepat pembebasan tanah di wilayah barat Kabupaten Bogor untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah.
Rapat percepatan pembebasan tanah untuk kepentingan masyarakat umum tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, di Ruang Wakil Bupati, Cibinong, Senin.
Ade Ruhandi menekankan pentingnya kerja sama pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur publik, terutama jalan alternatif Cigudeg–Rumpin menuju jalur tol.
“Pemerintah daerah mengapresiasi para pengusaha dan masyarakat yang tetap berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan daerah. Ini bentuk nyata kolaborasi untuk kepentingan umum,” ujar Ade Ruhandi.
Baca juga: Pemkab Bogor siapkan infrastruktur dan sertifikasi dapur MBG
Baca juga: Bupati Bogor perkuat perhatian infrastruktur keagamaan lewat Jumling
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pihak swasta menunjukkan dukungan konkret dengan menyerahkan atau menghibahkan lahan untuk pembangunan jalan.
Di antaranya, Musika menyerahkan hampir satu hektare lahan di Desa Cipinang, sementara Wiranto Group siap menghibahkan sekitar 3,5 hektare lahan untuk kepentingan jalan umum.
Ade Ruhandi menegaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan dan sinergi positif antara pemerintah dan dunia usaha.
Ia menambahkan Pemkab Bogor sedang menghitung kebutuhan anggaran tahun 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan tambang serta akses umum lainnya di wilayah barat Kabupaten Bogor.
“Intinya, ini semua demi kepentingan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dan niat baik bersama,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Bogor bangun 103 proyek infrastruktur di wilayah Barat dan Timur
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Suryanto Putra menambahkan bahwa sejumlah ruas jalan strategis disiapkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar aktivitas masyarakat dan angkutan tambang.
“Ruas jalan yang kita bahas merupakan jalan desa yang sudah ada dan masih bisa dilebarkan. Mudah-mudahan tahun 2026 sudah bisa teranggarkan dan terbangun untuk dua segmen pertama, sementara segmen berikutnya diharapkan terealisasi pada 2027,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa fokus tahun 2026 akan diarahkan pada pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik dilakukan secara bertahap setelahnya.
Suryanto juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 13 ruas jalan yang sedang dibangun di wilayah Bogor Barat.
Pembangunan ini diharapkan menunjang aktivitas masyarakat sekaligus memperlancar arus logistik dan angkutan tambang agar lebih tertata.
“Pembangunan jalan ini bukan hanya untuk satu sektor, tapi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Perusahaan tambang di wilayah Rumpin dan Cigudeg diharapkan ikut berpartisipasi dalam mendukung infrastruktur ini,” tutupnya.
