Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani optimis pelaksanaan Program Magang Nasional memberikan keuntungan bagi peserta magang maupun perusahaan pemberi kerja yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Untuk mengoptimalkan program tersebut, pihaknya pun mendorong semakin banyak perseroan mengikuti program tersebut, terutama perusahaan yang selama ini belum memiliki program magang.
“Kami rasa (ini program yang) bagus karena pemerintah kan mensubsidi dengan upah minimum untuk yang mau magang di perusahaan. Jadi, kami sekarang dorong perusahaan-perusahaan untuk ikut,” ujarnya saat ditemui ANTARA selepas acara Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Program magang Kemnaker 2025: Oase harapan di tengah gurun kerja
Baca juga: Negara tanggung upah peserta magang nasional 6 bulan
Shinta mengatakan program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk membantu para lulusan muda agar siap memasuki dunia kerja serta mendukung dunia usaha untuk mendapatkan talenta yang tepat.
Ia menuturkan program magang tersebut dapat menjadi peluang bagi para pekerja untuk meningkatkan kemampuan mereka, sekaligus kesempatan bagi perusahaan untuk mengevaluasi kualitas talenta yang mereka dapatkan.
“Ini kesempatan tidak hanya dari (alumni) pelajarnya untuk mendapatkan skill (kemampuan) dengan magang, tapi juga perusahaannya untuk bisa mendapat kesempatan mengevaluasi kinerjanya (para pekerja) selama mereka magang. Jadi ini benefit (keuntungan) buat kedua belah pihak,” kata Shinta Widjaja Kamdani.
Program Magang Nasional 2025 ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan waktu maksimal 1 tahun kelulusan yang terhitung lulus mulai bulan Agustus 2024.
Baca juga: Airlangga sebut program magang nasional Siap Kerja diluncurkan 15 Oktober 2025
Program ini akan berjalan selama enam bulan. Selama mengikuti program magang, peserta akan mendapatkan uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang dibayarkan oleh pemerintah, jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan magang industri, dan sertifikat magang.
Calon peserta magang hanya dapat mengikuti program ini sebanyak satu kali dan setiap peserta dapat melamar maksimal tiga lowongan magang melalui laman maganghub.kemnaker.go.id (SIAPKerja).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan per Senin (13/10) pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 1.147 perusahaan telah membuka lowongan magang melalui aplikasi Maganghub.
Dari sisi pencari magang, terdapat 105 ribu lulusan baru (fresh graduate) yang telah memenuhi syarat (eligible), sudah melamar ke berbagai posisi, dan peserta dapat mengajukan lamaran hingga tiga posisi magang sekaligus.
