Kota Bogor (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Laladon di Kelurahan Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memastikan selektif dalam memilih bahan baku yang dipesan dari pemasok (vendor) agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) senantiasa sehat dan bergizi, higienis, dan aman dikonsumsi.
"Jika bahan yang datang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta, maka dapur SPPG Laladon mengajukan penolakan bahan baku dan meminta vendor untuk segera mengganti bahan baku yang sesuai," kata Kepala SPPG Laladon Mutiara Rengganis kepada ANTARA di Kota Bogor, Kamis.
SPPG di Kelurahan Laladon yang beroperasi sejak 11 Agustus 2025 melayani 10 sekolah dari Taman Kanak-anak (TK) hingga SMA atau sederajat serta ke sejumlah posyandu untuk ibu hamil dan balita,dengan total sebanyak 3.775 porsi per hari.
Mutiara mengatakan setiap pemesanan bahan baku diberikan spesifikasi yang sesuai standar dan dilakukan pengecekan kualitas dan kuantitas, dengan pemasok berasal dari koperasi, bumdes, dan UMKM.
Baca juga: SPPG Cijayanti 2 beroperasi sejak 15 September, tidak ada keluhan
Selanjutnya ahli gizi di SPPG Laladon melakukan perhitungan kebutuhan bahan baku yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok sasaran. "Jadi untuk setiap kelompok sasaran mendapatkan porsi yang berbeda sehingga mencukupi satu porsi makan untuk kecukupan harian mereka," katanya.
Sebelum distribusi makanan, lanjutnya, ahli gizi mencoba seluruh masakan untuk test kit atau uji organoleptik. Selain itu disimpan dua ompreng sebagai sampel selama 2x24 jam. Setiap hari kegiatan memasak dimulai pukul 01:00 WIB dan durasi memasak bertahap tergantung menu.
Ia mengatakan kebersihan selalu dijaga dengan menerapkan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) untuk setiap petugas seperti masker, apron, sarung tangan, dan sepatu safety.
Petugas juga menerapkan cuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas. Setiap tim diwajibkan untuk melakukan pembersihkan ruangan kerja setelah aktivitas tiap tim selesai, mulai dari menyapu, mengepel, dan mencuci setiap alat yang digunakan.
Baca juga: SPPG Tanah Baru 01 Kota Bogor pastikan menu MBG higienis
Dapur SPPG Laladon menerapkan pelaksanaan kebersihan setiap memulai dan akhir proses kerja tiap hari, lalu kerja bakti pembersihan untuk seluruh petugas setiap Jumat sore dan general cleaning dari vendor setiap 2-3 minggu sekali untuk menjaga kebersihan lingkungan dapur SPPG.
Soal menu, kata Mutiara, disusun setiap satu minggu oleh ahli gizi. Terdapat dua menu susu untuk setiap minggu dan 1 hari spesial untuk menu non-nasi. Penyusunan menu disesuaikan dengan standar pemenuhan gizi harian dan sebisa mungkin permintaan dari para siswa di sekolah juga dapat dipenuhi.
Pencegahan
Ketika ditanyakan apakah pernah mengalami hal-hal yang tidak diinginkan seperti keterlambatan pengiriman paket makanan ke sekolah dalam distribusi, Mutiara mengatakan keterlambatan pengiriman hanya terjadi di minggu pertama SPPG Laladon beroperasi karena petugas masih memerlukan penyesuaian.
Untuk mengatasi adanya kemungkinan makanan basi atau keracunan, tindakan pencegahan yang dilakukan oleh SPPG Laladon adalah memastikan seluruh makanan yang akan diporsikan sudah dalam kondisi dingin sehingga tidak menimbulkan uap saat ompreng ditutup, memastikan makanan dimasak dengan kematangan yang sempurna dan memisahkan tempat antara bahan mentah dan makanan matang, sehingga meminimalisir risiko kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang.
Selain itu memastikan kebersihan ompreng dan senantiasa menjaga agar ompreng tidak basah saat akan digunakan untuk memorsikan makanan karena hal tersebut dapat memicu risiko pertumbuhan bakteri.
Mutiara menyebutkan total keseluruhan pekerja atau petugas sebanyak 50 orang, terdiri atas Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, dan 47 petugas yang berasal dari daerah dekat SPPG
Ia menegaskan luas dapur dibuat sesuai standar dari Badan Gizi Nasional, petugas mendapatkan tiga seragam, dan peralatan untuk memasak dan makan sudah sesuai dengan standar yang ada di juknis yaitu SUS304, standar baja tahan karat.
