Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (Ikohi) Pusat Dandik Katjasungkana mengatakan bahwa pemutaran film dokumenter berjudul "Yang (Tak Pernah) Hilang" di Universitas Jember merupakan bentuk memorialisasi perjuangan demokrasi di Indonesia.
Ikohi bersama GMNI Fakultas Ilmu Budaya Unej menggelar nonton bareng film "Yang (Tak Pernah) Hilang" di Aula FIB kampus setempat, Selasa.
"Kami keliling di beberapa tempat, universitas dan komunitas untuk memutar film dokumenter itu, mendapat respon yang sangat baik dari kalangan anak muda, bahkan sangat mengapresiasi," kata Dandik Katjasungkana.
Film yang berdurasi 2 jam tersebut sebagai bentuk perjuangan demokrasi di Indonesia yang mengisahkan perjuangan dua aktivis 98 yakni Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
"Film itu juga menjadi salah satu upaya agar pemerintah menuntaskan kasus penghilangan belasan aktivis yang kini belum diketahui nasibnya apakah sudah meninggal atau masih hidup yang menjadi pelanggaran HAM berat," katanya.
Dandik menjelaskan film tersebut juga bisa menjadi penyambung lidah bagi para generasi di masa depan sehingga peristiwa kejahatan hak asasi manusia (HAM) serupa tak terulang di masa depan.
Baca juga: TVRI rilis film dokumenter Surat Untuk Presiden
Baca juga: Arab Saudi luncurkan film dokumenter The Destination
Baca juga: Film dokumenter mahasiswa UI lolos Festival Film Iluni 2025
