Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menilai keputusan untuk memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa soal gencatan senjata di Jalur Gaza adalah hal yang tak dapat diterima.
“Soal keputusan tersebut, menurut saya adalah keputusan yang sangat buruk,” kata Anis singkat menanggapi kembali gagalnya DK PBB mengesahkan resolusi untuk mengakhiri agresi Israel di Gaza akibat veto AS.
Ditemui menjelang pembukaan festival film "Arts Lumiere Indonesia Festival: Muslim World Movie Screening 2025" oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Jumat malam, Wamenlu menegaskan bahwa Indonesia akan terus menyuarakan kemerdekaan Palestina di tingkat PBB meski terjadi kebuntuan di Dewan Keamanan.
Isu tersebut juga akan menjadi salah satu topik utama yang akan disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto di hadapan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB di New York, pekan depan.
Amerika Serikat lagi-lagi memveto rancangan resolusi DK PBB yang menyerukan gencatan senjata dan pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung Kamis waktu setempat, 14 anggota DK PBB lainnya menyetujui rancangan resolusi itu.
