Jakarta (ANTARA) - Utomodeck Group, perusahaan pionir atap tanpa sambungan dan energi terbarukan, kembali meraih penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) 2025 Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas inovasi teknologi industri ALTRA (Atap Lengkung Tanpa Rangka).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, kepada Direktur Utama Utomodeck Group, Darmawan Utomo, di Jakarta International Convention Center (JICC).
Menteri Perindustrian menyerahkan langsung penghargaan RINTEK 2025 ke Direktur Utama PT Utomodeck Metal Works. Sumber: Utomodeck
Rintisan teknologi berupa ALTRA merupakan sistem atap metal dengan teknologi tinggi yang diciptakan oleh Insan Utomodeck dengan keunggulan utama dapat memberikan ruang langit-langit di dalam bangunan sangat luas karena tidak membutuhkan konstruksi.
Melalui pengembangan teknologi ALTRA, Utomodeck berhasil menghadirkan tiga tipe inovasi. Altra I dengan lebar efektif 300 mm mampu menjangkau bentang hingga 24 meter.
Altra II berukuran 380 mm menawarkan efisiensi lebih tinggi karena dengan material yang sama dapat menghemat biaya hingga 20 persen. Sedangkan Altra III berukuran 800 mm menjadi tipe terbesar yang mampu menjangkau bentang hingga 38 meter.
“Penghargaan Rintek yang Utomodeck dapatkan ini merupakan yang keempat kalinya. Hal ini membuktikan Utomodeck konsisten menciptakan inovasi teknologi yang memiliki dampak besar dalam industri nasional kita”, terang Darmawan Utomo, Direktur Utama Utomodeck Group.
Direksi Utomodeck Group bersama Menteri Perindustrian Republik Indonesia saat menerima penghargaan RINTEK ke-empat kalinya. Sumber: Utomodeck.
Hal ini diamini pula oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, bahwa penciptaan dan pemanfaatan teknologi industri baru secara mandiri merupakan salah satu wujud nyata dari implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Saya berharap agar semakin banyak industri yang menciptakan inovasinya, sehingga Indonesia dalam mencapai kemandirian industri nasional dan mampu meningkatkan daya saing industri di tingkat global”, ucap Agus.
Kehandalan teknologi ALTRA telah terbukti melalui berbagai proyek atap lengkung, antara lain Gedung Olahraga Basket di Probolinggo dan Pasar Tradisional Margalela Sampang, Madura, dengan bentang 17,8 meter.
Sistem ini terbukti 100 persen bebas kebocoran serta didukung kapasitas produksi hingga 400 m² per hari dalam kondisi standar.
Teknologi ALTRA diaplikasikan di Pasar Tradisional Margalela Sampang, Madura. Sumber: Utomodeck.
Pengakuan melalui penghargaan RINTEK 2025 ini semakin menegaskan posisi Utomodeck sebagai pelopor inovasi teknologi atap nasional.
Terlebih, teknologi ALTRA telah terverifikasi memiliki nilai TKDN sebesar 51,88 persen, sehingga bukan hanya menjadi solusi konstruksi modern yang andal, tetapi juga menonjolkan karya anak bangsa yang siap bersaing di tingkat global.
