Makassar (ANTARA) - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (FKIK Unismuh) Makassar menjalani visitasi akhir dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis Emergency (Kegawatdaruratan) di Makassar, 15-18 September 2025.
Visitasi ini menjadi momentum yang menguji kesiapan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) mulai dari kurikulum, sumber daya dosen, sarana prasarana, hingga jejaring rumah sakit pendidikan.
Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek Denny Kurniawan dalam keterangannya di Makassar, Kamis, menegaskan bahwa visitasi lapangan bukan sekadar formalitas.
“Proses ini adalah klarifikasi dan konfirmasi terhadap dokumen usulan. Hanya satu langkah lagi menuju izin operasional. Kami berharap perbaikan nanti bersifat minor dan dapat diselesaikan dalam dua minggu,” katanya.
Ia menambahkan, Spesialis Kegawatdaruratan Unismuh akan menjadi yang ketiga di Indonesia. Karena itu, standar mutu penyelenggaraan, kurikulum, serta kolaborasi rumah sakit mitra akan menjadi sorotan utama.
Baca juga: Kaltim percepat pemenuhan dokter spesialis
Baca juga: Kemdiktisaintek pacu tenaga kesehatan melalui SKA
Baca juga: Presiden Prabowo instruksikan percepat pemenuhan 70 ribu dokter spesialis
