Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat kasus Hepatitis B yang merupakan penyakit menular pada ibu hamil hingga September 2025 mencapai 11.469 kasus. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pekanbaru, Edi Satriawan menyampaikan untuk mencegah penyebaran penyakit menular sejak dini pihaknya melakukan skrining di 21 pusat kesehatan masyarakat milik pemerintah.

"Kalau penyakit menular langsung kami melakukan skrining di 21 puskesmas. Penyakit menular langsung itu seperti ISPA, diare, Pneumonia, Tuberkulosis (TBC), HIV-AIDS, dan Hepatitis," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman, penularan dari ibu hamil ke bayi, dan juga melalui transfusi darah. Cara terakhir bisa melalui jarum suntik dan juga bisa melalui pisau cukur yang sebelumnya dipakai oleh penderita.

Baca juga: Hoaks, obat cacing penyebab hepatitis
Baca juga: Deteksi dini dan vaksinasi efektif tekan penularan Hepatitis B sebesar 95 persen
Baca juga: Kemenkes intensif deteksi dan penanganan hepatitis B ibu hamil tekan penularan ke bayi

Selain Hepatitis B, Dinkes Pekanbaru juga mendata 61.896 kasus (dewasa dan anak) Pneumonia dari Januari hingga September tahun 2025. Pneumonia merupakan kasus peradangan pada kantung udara paru-paru (alveoli), yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur.

Gejala penyakit ini seperti batuk, sesak napas, demam, dan nyeri pada bagian dada. Untuk mencegah penyebaran penyakit menular ini, Edi Satriawan mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini di puskesmas.

"Untuk skrining ini, masyarakat harus datang ke puskesmas. Kalau merasa tidak enak badan, datanglah ke puskesmas, petugas di puskesmas akan siap melayani, obat disediakan, gratis," tukasnya.



Pewarta: Bayu Agustari Adha
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026