Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Eduart Wolok memastikan kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada tahun depan tidak berubah dibandingkan tahun ini.

"Jalur seleksi dan kuota 2026 bisa dikatakan tidak ada perubahan dari tahun 2025 baik untuk jalur SNBP maupun SNBT. Kuotanya berdasarkan klasifikasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Layanan Umum (BLU), Satker dan PTN-Badan Hukum (PTNBH) sudah diatur," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Eduart juga menegaskan bahwa kuota SNPMB tidak dapat berubah sewaktu-waktu atau diperbanyak, sebab kuota penerimaan SNPMB berkaitan erat dengan infrastruktur dan ketersediaan sarana dan prasarana di PTN masing-masing, termasuk dosen dan sebagainya.

Baca juga: 3.260 calon mahasiswa baru UI lolos melalui jalur SNBT 2025

"Kalau ditanya kita ingin menerima sebanyak-banyaknya, tetapi kita tetap harus dibatasi berdasarkan kondisi tadi, supaya standar dan kualitas mutu yang kita ingin capai itu bisa terus kita jaga. Itulah kenapa kuota memang harus dipatok dan ditentukan," ucapnya.

Adapun registrasi SNPMB 2026 yang dimulai dari proses SNBP 2026 akan dibuka pada 5-26 Januari 2026. Eduart menekankan agar sekolah dapat memanfaatkan jangka waktu tersebut secara optimal, agar tak ada lagi keterlambatan yang merugikan para siswa.

Sejumlah tanggal penting yang harus diingat oleh sekolah dan siswa di antaranya masa registrasi akun siswa untuk SNBP akan dimulai pada 12 Januari–18 Februari 2026, masa registrasi akun siswa untuk SNBT 12 Januari–7 April 2026, pendaftaran SNBP 3–18 Februari 2026, pengumuman hasil SNBP 31 Maret 2026, pendaftaran UTBK-SNBT 25 Maret–7 April 2026, pelaksanaan UTBK 21–30 April 2026, dan pengumuman hasil SNBT 5 Mei 2026.

Baca juga: UTBK 2025, Hardiknas, dan momen perkuat karakter pendidikan bangsa

Eduart juga menuturkan bahwa percepatan jadwal juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi penyelenggaraan tahun 2025, seperti waktu sosialisasi, persiapan sekolah dan siswa, peran seluruh pihak terkait, serta kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dengan jadwal sosialisasi yang lebih awal, sekolah dan peserta diharapkan memiliki waktu yang lebih panjang untuk beradaptasi dengan aturan baru.

"Prinsip SNPMB selalu kita jaga dari tahun ke tahun, yakni fleksibel, efisien, transparan, adil, larangan berkonflik, dan akuntabel. Kami antisipasi dan tindak lanjuti dinamika yang melanggar prinsip-prinsip tersebut," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan perlunya sosialisasi secara masif dalam persiapan maupun pelaksanaan SNPMB 2026 untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas proses.

"Kita ingin melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, supaya masyarakat di seluruh penjuru Indonesia dapat mengakses seluruh informasi yang dibutuhkan. Panitia diharapkan dapat terus bekerja secara antisipatif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Fauzan.



Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026