Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat peran pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dalam mencegah dan menangani stunting di daerah setempat.
"Puskesmas memiliki peran vital dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Peran tersebut mencakup deteksi dini, pendataan anak berisiko, pencegahan, hingga penanganan serta program intervensi gizi dan edukasi kepada masyarakat," kata Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong di Kuala Kurun, Senin.
Berdasarkan data, fasilitas kesehatan di Kabupaten Gunung Mas pada 2021, tercatat 13 kecamatan di daerah setempat ada 17 puskesmas, 51 puskesmas pembantu (pustu) dan 35 pos kesehatan desa (poskesdes).
"Semua itu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Mereka bukan hanya memberikan layanan medis, tetapi juga melakukan deteksi dini terhadap ibu hamil dan balita, agar potensi stunting bisa dicegah sejak awal,” katanya.
Baca juga: Banjarbaru Kalsel berikan paket makanan tambahan bagi balita kurang gizi
Baca juga: Bersinergi turunkan stunting
Ia menerangkan deteksi dini dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di posyandu maupun saat kunjungan rumah.
Hasil pemantauan ini kemudian dicatat sebagai basis data untuk menentukan langkah penanganan maupun intervensi yang diperlukan.
Selain itu, puskesmas juga menjalankan program pencegahan dengan memberikan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga balita terkait pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
“Upaya ini sangat penting agar risiko stunting bisa ditekan sejak dini,” kata Jaya Monong.
Untuk penanganan, puskesmas menyalurkan makanan tambahan bergizi, vitamin, imunisasi, serta layanan kesehatan ibu dan anak. Jika diperlukan, puskesmas juga melakukan rujukan ke rumah sakit agar anak mendapat perawatan lebih intensif.
Baca juga: Situbondo tekan angka prevalensi stunting lewat Program Genting
“Peran puskesmas sangat menentukan dalam mewujudkan generasi Gunung Mas yang sehat dan cerdas. Karena itu saya minta seluruh jajaran terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat,” kata dia.
Ia optimistis melalui kerja sama serta dukungan program intervensi gizi dan edukasi berkelanjutan, angka stunting di Gunung Mas dapat ditekan sehingga cita-cita mencetak sumber daya manusia yang unggul bisa terwujud.
Pernyataan itu diungkapkan dia saat dikonfirmasi terkait peran puskesmas yang ikut menyukseskan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di kabupaten setempat.
Jaya juga mengapresiasi jajaran pegawai di puskesmas yang terus memberi pelayanan kepada masyarakat serta menyukseskan program pemerintah dalam layanan kesehatan.
Pewarta: Rendhik Andika/ChandraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.