Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang penumpang bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat Jember, di Jalan Raya Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
"Kami menunggu hasil KNKT," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani ditemui di Jakarta, Senin.
Yani menuturkan dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi berbagai langkah strategis diambil Kemenhub, yakni melaksanakan Training of Trainers (ToT) kepada perusahaan angkutan, agar pegawai dapat menjadi ahli dalam mendidik pengemudi masing-masing.
Dia menyatakan program ToT tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perusahaan angkutan dalam memberikan pembinaan kepada para pengemudi, sehingga keselamatan dan kepatuhan berkendara dapat lebih ditingkatkan secara berkelanjutan.
"ToT terhadap pegawai perusahaan angkutan untuk di ToT kan menjadi ahli untuk mendidik driver mereka masing-masing," ujarnya.
Kemenhub menegaskan pemeriksaan juga dilakukan terhadap armada bus, termasuk pengecekan dari sisi karoseri, untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran teknis maupun masalah yang memicu kecelakaan.
Kecelakaan bus Hino IND'S 88 Nopol P-7221-UG yang membawa rombongan keluarga karyawan RSBS Jember dikemudikan Al Bahri dengan kernet Mergi, membawa penumpang 52 orang turun dari Gunung Bromo. Delapan penumpang meninggal dunia.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada saat kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri, kendaraan itu mengalami gagal fungsi rem, sehingga laju kendaraan tetap ke kanan menabrak pembatas jalan sebelah kanan, kemudian menabrak sepeda motor nomor polisi N-2856-OE pada Minggu (14/9) sekitar pukul 11.45 WIB.
