Denpasar (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menggandeng seribuan orang lintas instansi untuk membersihkan sisa banjir besar di Bali khususnya kawasan pasar di Denpasar, Bali.

“Ada 1.100 orang ini melanjutkan upaya-upaya (pembersihan) yang telah dilakukan beberapa hari lalu. Mereka dari unsur Polri, TNI, warga, pelajar, LSM, ojek online, komunitas pencak silat,” kata dia di Denpasar, Minggu.

Sejak pukul 07.30 Wita kegiatan pembersihan sisa banjir besar dimulai di kawasan Pasar Kumbasari, Pasar Badung, dan sepanjang Jalan Sulawesi yang terkena luapan air sungai Tukad Badung pada Rabu (10/9) dini hari.

Menteri LH mencatat hingga hari kelima bencana di Bali telah terkumpul 84 ton sampah, yang diperkirakan masih ada 210 ton sampah lagi yang akan terkumpul dari sisa banjir.

Karena sampah-sampah tersebut merupakan dampak dari bencana, kementerian memberi izin Pemprov Bali membuang sampah banjir ke TPA Suwung dengan batasan waktu satu bulan.

“Kami menyampaikan ke pak gubernur untuk membawa sampah-sampah tersebut ke TPA Suwung karena ini sampah spesifik keadaan darurat harus diperlakukan benar sehingga semua sampah selama paling lama sebulan semua diangkut ditangani di sana,” ujar Hanif Faisol.

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq bersama 1.100 orang gotong royong membersihkan sampah sisa banjir besar Bali di Pasar Kumbasari, Denpasar, Minggu (14/9/2025). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

 



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026