Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menghidupkan kembali budaya ronda malam melalui pos sistem keamanan lingkungan atau siskamling sebagai upaya menjaga iklim kondusif wilayah dari potensi gangguan kamtibmas.

"Saya mengajak masyarakat di seluruh lingkungan RT/RW baik di kawasan perumahan maupun perkampungan untuk kembali menghidupkan budaya ronda malam," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang saat menghadiri Ngopi Bareng Kamtibmas di Balai Warga Pos Satkamling Cluster D’Menjangan Jayamukti Cikarang, Sabtu.

Ia mengatakan kegiatan ronda malam merupakan langkah efektif untuk mencegah tindak kriminalitas sekaligus menjaga wilayah agar tetap aman, nyaman, dan tertib.

"Sebagai Bupati Bekasi saya diperintahkan Presiden melalui Kemendagri untuk mendorong sistem keamanan lingkungan tetap terjaga. Malam ini saya bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim hadir berdialog langsung dengan warga, mengingatkan pentingnya ronda malam," katanya.

Dia menjelaskan imbauan ronda malam sejalan dengan Surat Edaran Kemendagri Nomor 300.1.4/e.1/BAK tertanggal 3 September 2025, menindaklanjuti Permendagri Nomor 26 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketertiban umum, ketenteraman, serta perlindungan masyarakat.

Dalam surat edaran tersebut, kepala daerah diminta mengoptimalkan peran satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) untuk meningkatkan kewaspadaan dini, termasuk menghidupkan kembali pos-pos ronda di lingkungan RT dan RW.

Ade memastikan pemerintah daerah segera mengirimkan surat instruksi kepada camat di 23 wilayah kecamatan agar setiap desa dan kelurahan mengaktifkan kembali kegiatan siskamling.

"Artinya, perwakilan dari setiap kepala keluarga ikut berpartisipasi menjaga keamanan rumah dan lingkungan. Dengan begitu, potensi tindak kejahatan bisa dicegah sejak dini," katanya.

Pemkab Bekasi juga menyiapkan langkah konkret dengan membantu fasilitas maupun membangun pos keamanan lingkungan (poskamling) di lahan fasilitas sosial dan umum milik pemerintah daerah sebagai pusat kegiatan ronda malam.

"Warga yang begadang untuk ronda ini harus ada poskamling yang representatif. Kalau di perumahan sudah ada pos, nanti akan kita bantu fasilitas. Kalau belum ada, kita siapkan melalui fasos-fasum. Jadi ini bukan hanya tempat jaga, tapi juga sarana kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan," katanya.

Ade berharap budaya gotong royong masyarakat semakin kuat dengan adanya ronda malam, mengingat menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

"Kalau lingkungan aman, masyarakat bisa lebih nyaman beraktivitas. Pembangunan pun berjalan lebih lancar," ucap dia.

Ngopi Bareng Kamtibmas ini turut dihadiri Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Mustofa serta Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Arh. Sabdho Aji Wibowo yang menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjaga keamanan lingkungan melalui sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurut Kapolres pos keamanan lingkungan ideal berada di setiap rukun tetangga dengan penjagaan maupun patroli malam sistem bergilir antarwarga. Sementara di kawasan perumahan, keamanan biasa diperkuat oleh petugas sekuriti.

"Yang jelas, kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian saja, tapi tanggung jawab kita bersama. Melalui siskamling, selain menjaga keamanan juga mempererat kekeluargaan di tiap-tiap lingkungan," katanya.

Kapolres menyebut dalam konteks wilayah secara luas, Kabupaten Bekasi sebagai pusat kawasan industri membutuhkan jaminan keamanan agar iklim investasi tetap kondusif. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga setiap wilayah tetap aman dan nyaman.

"Sejak peristiwa banyak unjuk rasa kemarin, masyarakat Kabupaten Bekasi bahu-membahu membantu menjaga wilayah. Kami berterima kasih atas peran serta semua pihak," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026