Tanjung Pandan (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pengelolaan museum dan kebun binatang di daerah itu harus dipisah karena dua hal yang berbeda.

‎"Sebenarnya antara museum sejarah Tanjungpandan dan kebun binatang harus terpisah karena secara nomenklatur juga memang berbeda," kata Ketua Komisi III DPRD Belitung, Idrianto di Tanjungpandan, Kamis.
‎
‎Hal ini disampaikan usai meninjau pekerjaan rehabilitasi atap museum Tanjungpandan. Museum sejarah berisi koleksi barang - barang antik seperti keris, tombak para pejuang.
‎
‎Ia mengatakan, saat ini kondisi museum Tanjungpandan dan kebun binatang masih berada di dalam satu tempat atau kawasan yang sama.

‎Menurutnya, usulan pemisahan museum Tanjungpandan dan kebun binatang tersebut sudah lama disampaikan kepada kepala daerah setempat.
‎
‎"Jadi ini akan menjadi referensi kami ke Bupati Belitung bahwa nanti ke depan akan ada pengembangan untuk zona baru khusus kebun binatang yang terpisah dengan museum," ujarnya.
‎ Idrianto menilai, kebun binatang yang berada di kawasan museum Tanjungpandan sudah tidak pas atau cocok lagi, sebab kondisi lingkungan kebun binatang tersebut sudah berisik dan tidak hijau lagi.
‎
‎"Kemudian juga apabila melihat aturannya bahwa kebun binatang atau mini zoo luas lahan minimal dua hektare jadi kami harapkan Bupati Belitung bisa mencarikan spot baru untuk lokasi kebun binatang," katanya.
‎
‎Dia beranggapan apabila ada lokasi baru untuk kebun binatang tentunya hal ini akan menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat di daerah itu.
‎
‎"Misalnya lokasi baru kebun binatang ada di kawasan Bukit Peramun maka nantinya di sana bisa kita tambahkan dengan beberapa koleksi varian burung, kupu-kupu, dan juga tanaman asli Belitung yang bisa dikonsumsi ini yang belum kita eksplorasi," ujarnya.
‎
‎Ia berharap, ke depannya Bupati Belitung dapat mencarikan lokasi baru untuk dijadikan kebun binatang baru sehingga terpisah dengan museum.
‎
‎"Jadi di sini difokuskan untuk museum saja sehingga maksimal dalam pengelolaannya," katanya.
‎



Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026