Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa isu kebocoran gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar konsumsi telah ditangani melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga dan penguatan pengawasan distribusi.
Ia menyebut pemerintah memastikan GKR hanya digunakan sesuai peruntukan industri dan tidak masuk ke pasar konsumsi rumah tangga.
"Kami melakukan evaluasi menyeluruh dan perketat pengawasan gula rafinasi bersama kementerian/lembaga serta aparat terkait, menindaklanjuti isu GKR rembes ke pasar," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Pemerintah memastikan percepatan penyerapan gula produksi petani melalui kemitraan dan penugasan BUMN pangan dengan harga acuan yang menguntungkan petani dan tetap menjaga daya saing industri.
Baca juga: Zulkifli Hasan: Jateng terbanyak operasionalkan Koperasi Merah Putih
Baca juga: Zulhas sebut ada 80 ribu Kopdes terbentuk dengan 65 ribu memiliki legalitas
Baca juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan terima gelar kehormatan adat Dayak di Kalteng
"Kami ingin memastikan petani tebu mendapatkan kepastian pasar dan harga yang adil. Gula petani sudah diserap, dan kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran proses ini," ucap Zulhas.
Selain itu, Kemenko Pangan bersama pemerintah daerah dan pelaku industri terus memantau kondisi lapangan agar rantai pasok gula berjalan lebih efisien dan stabil.
Dia menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional harus mampu menciptakan ekosistem yang adil, petani mendapat harga layak, industri kompetitif, dan konsumen
terlindungi.
"Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan barang, tapi juga keberlanjutan dan keadilan. Tugas pemerintah adalah memastikan semua pihak merasakan manfaat dari kebijakan yang dijalankan," imbuh Menko Pangan.
