Depok (ANTARA) - Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Prof. Tjandra Yoga Aditama meraih penghargaan Achmad Bakrie XXI di bidang Kesehatan.

“Saya mengusulkan kepada Keluarga Besar Achmad Bakrie agar para pemenang penghargaan yang sudah hampir 100 orang ini setiap tahunnya dapat masing-masing menulis satu artikel yang lalu dibukukan sebagai bentuk sumbangsih pemikiran bagi bangsa dan negara, dari tahun ke tahun,” kata Prof. Tjandra di Depok, Rabu.

Menurut dia penghargaan Achmad Bakrie XXI memberi tambahan semangat bagi dirinya untuk terus menggeluti kesehatan serta terus bergiat dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di hari-hari mendatang yang dapat berperan bagi Kesehatan masyarakat.

Baca juga: Guru besar FTUI raih penghargaan ASEAN-Japan Cybersecurity Community

“Saya percaya bahwa pemahaman masyarakat tentang kesehatan merupakan modal penting bagi peningkatan derajat kesehatan bangsa. Saya juga percaya bahwa program kesehatan hanya akan berhasil baik kalau semua aspeknya, mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dikerjakan secara menyeluruh,” jelasnya.

Prof. Tjandra juga menyampaikan ajakan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat luas untuk semakin meningkatkan literasi terutama dalam bidang kesehatan masyarakat. Ia meyakini bahwa mutu pelayanan terbaik akan berhasil baik dengan kerja bersama antara petugas kesehatan dan masyarakat yang dilayaninya.

Dia pun berpesan agar masyarakat selalu memberi prioritas penting bagi kesehatan diri, kesehatan keluarga dan kerabat, serta kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

“Ingatlah bahwa kesehatan adalah aset amat berharga yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti kata orang bijak health is not everything, but without health everything is nothing,” ujar Prof. Tjandra.

Baca juga: Guru Besar FTUI Prof. Dr Riri Fitri Sari raih penghargaan Habibie Prize 2022

Dekan FKUI Prof. Ari Fahrial Syam mengatakan Prof. Tjandra adalah teladan bagi semua, khususnya generasi muda di FKUI. Ia menunjukkan bahwa karya akademik tidak hanya berhenti di laboratorium atau ruang kuliah, tetapi juga dapat memberi dampak besar bagi masyarakat luas.

"Kami berharap semangat beliau untuk terus berkarya dapat menginspirasi sivitas akademika FKUI agar selalu berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Dewan juri menempatkan Prof. Tjandra sebagai penerima penghargaan di bidang kesehatan berkat kiprah dan kontribusinya yang dinilai sangat besar dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya pada masa pandemi COVID-19 dan pasca-pandemi di Indonesia.

Baca juga: Guru Besar FKUI mendapat penghargaan Bossscha medal Leiden-Delft-Erasmus

Selama pandemi, Prof. Tjandra tidak hanya aktif dalam dunia akademik dan kebijakan, tetapi juga mengambil peran penting sebagai komunikator publik.

Melalui berbagai artikel dan opini yang ditulis secara rutin, Prof. Tjandra menyampaikan informasi kesehatan yang akurat, jelas, dan mudah dipahami masyarakat luas.

Upaya ini menjadi sangat krusial di tengah derasnya arus informasi palsu atau hoaks kesehatan yang berpotensi menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Artikel-artikel tersebut kemudian dihimpun dan diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “COVID-19 dalam Tulisan Prof. Tjandra.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026