Gowa (ANTARA) - Generasi muda di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan membawa pesan moril lewat Tari Sulapa' Appa yang sarat makna filosofis suku Bugis-Makassar.
"Pertunjukan tari kreasi Appa Sulapa inGenerasi muda di Desa Pakatto ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarat makna filosofis yang membawa pesan moril untuk mencegah maraknya aksi anarkisme yang belakangan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Makassar," kata Ketua Panitia, Basir saat dikonfirmasi di Kabupaten Gowa, Minggu.
Dia mengatakan, Tarian Appa Sulapa ini mengangkat filosofi empat unsur kehidupan, yakni tanah, air, api, dan angin, yang menjadi pedoman masyarakat Bugis-Makassar dalam menjaga keseimbangan hidup.
Baca juga: 150 penari dari berbagai daerah Jabar tampil meriahkan 'Festival Jaipong Budi Luhur' di Bogor
Melalui gerakan yang ditampilkan, para penari menyampaikan pesan bahwa keseimbangan antara manusia, alam, dan sosial harus dijaga agar tidak menimbulkan marabahaya maupun konflik.
Dia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bentuk refleksi generasi muda terhadap kondisi sosial yang rentan dengan provokasi yang berujung pada tindakan destruktif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan dan berujung pada kegiatan destruktif,” katanya.
Baca juga: Ini tari Indonesia pad World Expo 2025 Osaka
Sementara itu, salah seorang penari, Ainun Qanisah Rahmah mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam pertunjukan tersebut.
Dia mengatakan,, seni tari bukan hanya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga menjadi media untuk mengajak masyarakat menjaga kerukunan.
Dengan kegiatan ini, masyarakat Desa Pakatto ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi solusi alternatif dalam membangun kesadaran bersama, memperkuat persatuan, sekaligus menangkal potensi anarkisme di tengah kehidupan sosial.
Pewarta: Suriani MappongUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.