Surabaya (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) Surabaya bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga binaan melalui program Strata 1 (S1) sistem pembelajaran jarak jauh.
Rektor Universitas Terbuka Dr. Mohamad Yunus dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, menyampaikan bahwa pendidikan tidak boleh dibatasi oleh sekat ruang dan status sosial.
"Universitas Terbuka hadir untuk semua, termasuk warga binaan. Kami percaya setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Inilah bentuk nyata komitmen UT sebagai Kampus Berdampak yang terus menjangkau mereka yang belum terjangkau," ujarnya.
Baca juga: UT gelar Career Fair perdana di Surabaya
Tahapan implementasi program meliputi mekanisme pendaftaran, penyusunan jadwal kuliah, serta dukungan fasilitas belajar berbasis daring yang difasilitasi UT Surabaya, dengan dukungan penuh Lapas Kelas I Madiun.
Direktur UT Surabaya Dr. Suparti menegaskan pentingnya kolaborasi dengan lapas dalam memperkuat peran rehabilitatif pendidikan.
"Bagi kami, pendidikan adalah jalan pembebasan bukan hanya dari keterbatasan ilmu, tetapi juga dari keterbatasan kesempatan," katanya
Baca juga: Menko PMK titip literasi digital dan AI secara bijak kepada Universitas Terbuka
Baca juga: UT Surabaya masih buka pendaftaran mahasiswa
Melalui program ini, lanjutnya, UT Surabaya ingin warga binaan merasakan bahwa mereka tidak ditinggalkan, bahwa selalu ada peluang kedua untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Kerja sama ini sejalan dengan AstaCita ke-4 yang menekankan peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, lanjut dia, program tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas.
