Manado (ANTARA) - Bank Indonesia mengedukasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah kepada masyarakat di wilayah perbatasan RI dan Filipina di Sulawesi Utara.
"Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka semakin cinta, bangga dan paham dengan mata uang rupiah," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto di Manado, Sulut, Selasa.
Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERP) Tahun 2025, Bank Indonesia berharap pemahaman masyarakat di perbatasan tentang rupiah akan sama dengan masyarakat di kota.
BI melakukan edukasi hingga wilayah tertinggal terluar terdepan atau 3T.
Dia menjelaskan cinta rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah.
Memperlakukan rupiah secara tepat, menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu. Ada tiga slogan cinta rupiah, yaitu mengenali, merawat dan menjaga.
Kemudian, bangga rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa.
Tiga bangga rupiah yaitu simbol kedaulatan, pembayaran yang sah, pemersatu bangsa.
Paham rupiah merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami peran rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan.
Tiga paham rupiah yaitu bertransaksi, berbelanja dan berhemat.
Sebelumnya Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 dari BI yang berkolaborasi dengan TNI AL, menuju Pulau Karakitang, Pulau Nusa, Pulau Marore, Pulau Kabaruang dan Karatung yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud, yang berbatasan langsung dengan negara Filipina.
Simbol kedaulatan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengingatkan bahwa rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang diperjuangkan para pahlawan bangsa, sehingga harus dijaga dan dihormati serta menjadi kebanggaan seluruh warga negara Indonesia.
“Kita harus menjaga bersama, menggunakannya dengan bangga, dan memahami perannya bagi perekonomian nasional,” kata Perry saat membuka Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2025, baru-baru ini.
Gubernur BI juga menegaskan bahwa rupiah bukan hanya sekadar alat bayar, tetapi juga identitas bangsa dan jendela untuk melihat kekayaan budaya serta sejarah Indonesia.
BI mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai rupiah dengan mengenali karakteristik dan desain rupiah, menumbuhkan kebanggaan terhadap rupiah dengan menggunakan rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, serta meningkatkan pemahaman terhadap rupiah terkait perannya dalam peredaran uang.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas sinergi, kontribusi, dan kolaborasi seluruh mitra kerja Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) BI dalam rangka memastikan tersedianya uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya di seluruh wilayah Indonesia.
Selanjutnya, Deputi Gubernur BI itu juga melakukan kick off Sinergi Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang menjadi langkah bank sentral untuk memperluas literasi masyarakat akan rupiah melalui kerja sama dengan berbagai mitra kerja.
Mitra ini, antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Perpustakaan Nasional RI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Asosiasi Psikolog Pendidikan Indonesia.
BI bersama mitra-mitra tersebut memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah serta mempercepat jumlah tenaga edukator eksternal dalam struktur pendidikan nasional, sehingga pemahaman tentang rupiah dapat ditanamkan sejak dini.
Adapun perhelatan FERBI 2025 berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada 15-17 Agustus 2025.
FERBI 2025 merupakan wadah edukasi kolaboratif dan interaktif bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran rupiah dalam sejarah perjalanan bangsa dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta untuk menumbuhkan semangat kebangsaan.
Seremoni perhelatan pembukaan FERBI 2025 turut dihadiri lembaga mitra BI dalam pengedaran uang rupiah, seperti Kementerian, Polri, TNI AL, Peruri, perbankan, serta asosiasi.
Sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan FERBI, BI juga menyelenggarakan dialog kebangsaan bertajuk “Menjaga Kedaulatan Bangsa melalui Rupiah” dengan narasumber keluarga pahlawan nasional, inspirator desainer pelestari wastra Indonesia, serta penegak hukum pemberantasan rupiah palsu.
Diskusi antartokoh ini akan mengeksplorasi pesan pentingnya menghargai dan menghormati rupiah sebagai simbol negara khususnya kepada generasi muda Indonesia dalam membangun rasa cinta kepada bangsa, serta persatuan dan kesatuan untuk menjaga kedaulatan bangsa.
FERBI 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti eksibisi “Rupiah Simbol Kedaulatan Bangsa", layanan penukaran uang rupiah logam dan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI pecahan Rp75.000, rangkaian perlombaan CBP Rupiah Championship, dan ragam permainan HUT ke-80 RI.
FERBI 2025 terbuka untuk umum dan dapat dihadiri oleh masyarakat tanpa dipungut biaya atau gratis.
Pulau terluar
Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan BI Kepulauan Riau mengedarkan uang kartal baru senilai Rp13 miliar ke lima pulau terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025.
Lima pulau yang menjadi tujuan ekspedisi adalah Pulau Tarempa (Anambas), Pulau Midai dan Subi Besar (Natuna), Pulau Tambelan (Bintan), dan Pulau Singkep (Lingga).
“Ini bagian kecil dari perhatian kami agar masyarakat di wilayah 3T tetap bisa mendapatkan uang kartal yang layak edar. Selain mengganti uang lusuh, kami juga melakukan edukasi cinta, bangga, dan paham rupiah,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori.
Acara pelepasan tim dilakukan di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hasan Basri 382 dengan ekspedisi yang berlangsung selama lima hari.
Ia menjelaskan bahwa ekspedisi ini merupakan bagian dari 18 wilayah target ERB 2025, yang mencakup 91 pulau di seluruh Indonesia.
Tahun ini, lanjutnya, BI telah memulai kegiatan ERB di Kendari dan akan menutup rangkaian di Sulawesi Selatan.
“Ada 15 ‘Pejuang Rupiah’ yang ikut dalam ekspedisi dari enam Kantor Perwakilan BI daerah lain, yakni daerah-daerah yang tidak memiliki wilayah laut kami ajak untuk ikut di kegiatan ini,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa jumlah Rp13 miliar akan diedarkan sesuai kebutuhan dan jumlah uang yang ditarik dari masyarakat.
Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko menyatakan bahwa TNI AL siap mendukung pendistribusian uang ke wilayah-wilayah 3T sebagai bagian dari penjagaan kedaulatan negara.
“Tempat terluar menjadi tempat yang harus dijaga secara kedaulatan. TNI AL memiliki sarana untuk menjangkau daerah-daerah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Provinsi Kepri Misni menambahkan bahwa dengan wilayah 98 persen laut, Kepri menjadi provinsi dengan karakteristik geografis kelautan terbesar di Indonesia.
”Program ERB yang sudah berjalan sejak 2012 dinilai sangat strategis dan menjadi bagian dari proses penjagaan NKRI di wilayah 3T yang luar biasa,” katanya.
Di Papua
Perwakilan Bank Indonesia Papua bersama TNI Angkatan Laut setempat menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 pada lima daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang berada di perairan utara Bumi Cenderawasih.
Kepala BI Papua Faturachman di Jayapura, Senin, langkah ini merupakan upaya BI dalam menyerap Uang Tidak Layak Edar (UTLE) di masyarakat dan perbankan.
"Lima daerah tersebut yakni Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Yapen, Pulau Numfor, dan Pulau Bras yang mana wilayah tersebut berada di perairan utara Pulau Papua," katanya.
Menurut Faturachman, sinergi bersama TNI AL dapat membantu tugas Bank Indonesia dalam penyediaan UTLE khususnya pada daerah 3T yang sulit di jangkau oleh transportasi umum sehingga ini merupakan salah satu upaya dalam menghadirkan ULTE bagi masyarakat setempat.
Kegiatan ERB 2024 dilaksanakan selama seminggu yang mana mulai dari 13-19 Mei 2025.
Dia menjelaskan pada ERB 2024 pihaknya menyiapkan modal sebesar Rp13,8 miliar dengan menyiagakan 16 personil dari seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang ada di Indonesia.
Tahun ini hanya mengunjungi lima pulau saja dan ini juga merupakan hasil koordinasi bersama TNI AL.
Sementara itu Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono mengatakan untuk personel yang mengikuti ERB 2024 ada 26 dengan menggunakan Kapal Perang KRI Mata Bongsang – 873 dan lima pulau ini merupakan wilayah terluar Papua, seperti Pulau Bras yang mana memiliki penduduk sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) sehingga pihaknya sebagai garda terdepan memiliki tugas untuk menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI.
Adapun kesamaan BI dan TNI AL yakni sama-sama menjaga kedaulatan rakyat dalam rangka mendukung pembangunan nasional.
Editor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.