Semarang (ANTARA) - Antropolog politik komparatif University of Amsterdam Ward Berenschot menyebut fenomena pendengung atau buzzer di dunia maya sudah menjadi suatu industri di Indonesia.
"Kami sudah sekitar lima tahun melakukan riset tentang fenomena kejahatan siber di Indonesia," kata Ward saat workshop yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang, Jumat.
Riset dilakukan dengan mewawancarai orang-orang yang melaksanakan pekerjaan itu, mengerti bagaimana cara kerjanya, serta dari mana uang yang digunakan.
"Temuannya memang menjadi industri karena justru banyak elite politik, elite bisnis yang mendanai tentara siber tersebut untuk mempengaruhi opini publik di media sosial," katanya.
Hasil penelitian ini, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena tersebut.
Pemerintah harus membuat kebijakan untuk menghentikan fenomena tersebut.
"Pemilik suatu akun media sosial harus jujur ketika unggahannya dibayar, harus transparan," katanya.
Sementara Wakil Rektor IV Undip Semarang Wijayanto mengatakan selain kampus ini, penelitian juga melibatkan University of Amsterdam serta Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).
Buzzer sudah jadi industri
Sabtu, 23 Agustus 2025 7:26 WIB
Antropolog politik komparatif University of Amsterdam Ward Berenschot (kanan) usai memberikan materi dalam workshop di FISIP Undip Semarang, Jumat (22/8/2025). ANTARA/I.C. Senjaya.
