Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melatih aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai instansi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meningkatkan kompetensi digital sebagai upaya mempercepat transformasi pelayanan publik
Kepala Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komdigi Hamdani Pratama menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari program 'Digital Talent Scholarship' Komdigi yang menuntut penguasaan keterampilan digital sebagai kebutuhan mendesak bagi aparatur pemerintahan.
"ASN harus lebih mahir dan memiliki keterampilan digital dibandingkan masyarakat umum. Hanya dengan SDM yang kompeten, transformasi digital pemerintahan bisa terwujud dengan baik," katanya pada acara pelatihan kompetensi digital bertajuk 'Government Transformation Academy' (GTA) di Cikarang, Rabu..
Ia mengatakan GTA dirancang untuk memperkuat kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca juga: 624 pekerja non ASN Kabupaten Bekasi terima bantuan subsidi upah
Menurut dia, transformasi digital tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, baik generasi muda maupun generasi terdahulu. Semua aspek kini terhubung dengan teknologi, termasuk bagi kelompok disabilitas yang juga terbantu dengan perangkat digital.
Pada pelatihan kali ini, peserta menerima beragam materi mulai dari AI untuk konten kreasi, fasilitator pembelajaran digital, analisis media sosial, visualisasi data, operator pemula, produksi video kampanye pemerintah hingga edukasi kesadaran keamanan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi Yan Yan Akhmad Kurnia menyatakan transformasi digital kini bukan sekadar pilihan melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan berkualitas.
"Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan berkualitas, kita membutuhkan pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah," katanya.
Baca juga: Bupati Bekasi tegaskan ASN selaku pelayan publik
Dia menekankan keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi tetapi juga dari kesiapan segenap sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Dia berharap seluruh peserta pelatihan ini memiliki kemampuan membaca data media sosial, memahami tren dan sentimen publik serta merancang strategi komunikasi digital yang lebih efektif.
Kemudian, kata dia, bisa fokus pada keterampilan administrasi digital, pengelolaan dokumen elektronik, efisiensi kerja berbasis aplikasi perkantoran modern hingga memproduksi konten video pemerintah untuk kepentingan penyelenggaraan pelayanan publik.
"Melalui kemasan video visual, memberikan pengetahuan teknis sekaligus kreativitas dalam produksi konten video agar pemerintah mampu menyampaikan pesan pembangunan dan kebijakan publik secara visual, ringkas dan menarik," katanya.
Baca juga: Pemkab Bekasi cetak sejarah angkat 9.051 honorer secara serentak
Selain itu, peserta juga diberikan wawasan berkaitan dengan keamanan digital mengingat dewasa ini marak penipuan berbasis teknologi yang berpotensi merugikan masyarakat.
"Sepulang dari sini, jangan berhenti pada teori. Terapkan di unit kerja masing-masing, mulai dari hal kecil, seperti membuat laporan digital yang rapi atau memproduksi konten kampanye layanan publik," ucapnya.
Yan Yan mengatakan pelatihan GTA di Kabupaten Bekasi ini menjadi momentum penting mempercepat langkah menuju pemerintahan digital yang lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Dengan bekal keterampilan baru, ASN diharapkan mampu menghadapi tantangan era digital sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Transformasi digital bukan sekadar proyek teknologi, tapi perubahan budaya kerja pemerintah," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.