Jakarta (ANTARA) - PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) justru terbukti mampu menyerap 400 lebih warga lokal di Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu), Sumatera Selatan, walaupun sering didemo Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Kegiatan pertambangan batu bara itu, nyata berkontribusi besar menekan angka pengangguran terbuka di wilayah itu.
Tercatat, dari 637 pekerja AOC, lebih dari 400 orang berasal dari warga lokal. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat tahun lalu, pengangguran di Kabupaten OKU sekitar 4,13 persen atau di bawah target nasional yang mencapai 4,82 persen.
Dengan kata lain, dari total penduduk 387.350 jiwa, sekitar 15.997 orang adalah pengangguran. Salah satu warga OKU yang mendapatkan berkah dengan adanya tambang AOC adalah Imansyah.
Ia direkrut sebagai tenaga satpam di PT AOC. Sebagai Komandan Regu, ia membawahi 12 orang warga lokal OKU yang juga direkrut di lokasi tambang yang sama.
Imansyah mengaku kehidupannya kini jauh lebih baik setelah bergabung dengan AOC. Ia mengatakan, gaji yang diterimanya sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Palembang, yaitu sebesar Rp3.916.635.
Gaji tersebut belum termasuk tunjangan jabatan sebagai Danru, sehingga mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.
"Alhamdulillah, sejak bekerja di sini perekonomian keluarga saya meningkat. Gaji sesuai UMR Palembang dan ada kepastian pendapatan setiap bulan," ujar Imansyah.
Menurut Site Manager Muhammad, pihaknya berkomitmen untuk mensejahterakan pekerja mereka. Terlebih peningkatan ekonomi warga sekitar tambang.
"Jadi kalau dilihat komposisi pekerja kami, lebih banyak persentase warga lokal, yaitu hampir 60 persen. Selain gaji dan tunjangan jabatan, mereka juga mendapatkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.
Tidak hanya karyawan tetap, belakangan AOC juga merekrut sebanyak 12 warga lokal di sekitar tambang untuk membantu pencucian truk tambang. "Setiap hari mereka bekerja shift tiga kali mencuci truk tambang. Tujuannya, supaya truk kami tidak mengotori jalan raya yang dilintasi," bebernya.
Salah satu warga lokal yang direkrut, Pirsi Anggara mengaku bersyukur bisa bekerja di tambang. "Kami bergantian mencuci truk. Alhamdulillah kami jadi punya pekerjaan," akunya.
Tidak hanya kesempatan bekerja warga lokal, kehadiran AOC di tengah warga OKU juga memberikan dampak perekonomian yang signifikan. Sejumlah warung makan yang berada di luar tambang ikut mendapatkan rezeki.
Bahkan, beberapa rumah warga juga dikontrak untuk para pekerja. "Tentu kami berharap, ke depan bisa lebih banyak lagi merekrut warga lokal seiring dengan berjalannya operasional tambang AOC," tutupnya.
Kepala BPS Kabupaten OKU Anugrahani Prasetyowati juga baru berkunjung ke tambang AOC bulan ini. Pihaknya melakukan sensus ekonomi 2026 di wilayah OKU, termasuk ke tambang AOC.
"Penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek pertambangan sangat signifikan. Kedatangan kami juga untuk memverifikasi jumlah tenaga lokal berdasarkan KTP milik pekerja," ujarnya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026