Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten melakukan studi banding berkaitan skema penyaluran serta penggunaan dana hibah olahraga dengan mengunjungi kantor sekretariat KONI Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal menyatakan kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian studi banding ke beberapa daerah untuk melihat sejauh mana efektivitas penggunaan dana hibah dalam mendukung olahraga prestasi.
"Kami ingin mengetahui bagaimana pendistribusian dana dilakukan untuk pembinaan dan pengembangan olahraga. Jika sistem yang diterapkan di sini efektif, tentu bisa menjadi acuan di masa depan," katanya di Cikarang, Senin.
Baca juga: Sekretariat KONI berpindah ke GOR Squash Wibawa Mukti Bekasi
Baca juga: KONI Bekasi peduli turut bantu korban banjir di Tambun Utara
Ia menjelaskan Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang disorot karena kontribusi mereka terhadap prestasi Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Atlet binaan KONI Kabupaten Bekasi berhasil menyumbangkan total 148 medali, terdiri atas 53 emas, 40 perak dan 55 perunggu. Capaian ini mengantarkan Jawa Barat meraih gelar juara umum PON untuk ketiga kali secara berturut-turut.
Faizal mengaku masih banyak aspek yang perlu dibenahi termasuk berkaitan dengan efektivitas penyaluran serta penggunaan dana hibah meski Provinsi Banten telah menunjukkan perkembangan positif dalam prestasi olahraga.
"Kami tidak bisa lepas dari sejarah bahwa dulu Banten adalah bagian dari Jawa Barat sebelum pemekaran. Jawa Barat sendiri telah membuktikan diri sebagai juara umum PON. Ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas olahraga di Banten," ucap dia.
Baca juga: Lima cabang olahraga gabung KONI Bekasi janjikan mampu raih medali Porprov 2026
Ketua Harian KONI Kabupaten Bekasi Abdul Halim menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari diskusi bersama membangun serta meningkatkan pencapaian di sektor olahraga prestasi.
Ia mengungkapkan diskusi yang dilakukan mencakup berbagai aspek termasuk optimalisasi dana hibah untuk pembinaan atlet hingga proporsi pembagian anggaran antar cabang olahraga di bawah naungan badan otoritas olahraga yakni KONI.
"Kunjungan ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja. Jika pihak lain belajar dari kita, tentu kita juga harus terus belajar untuk menjadi lebih baik," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026