Pontianak (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan komitmen nasional untuk merehabilitasi seluas 769.824 Hektare (Ha) ekosistem mangrove secara terukur, ilmiah, dan partisipatif dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia pada 2025.
"Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove serta kegiatan penanaman mangrove di Mempawah Mangrove Park, Kalimantan Barat," kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq di Mempawah, Kalbar, Jumat.
Dalam Rakornas di Mempawah tersebut dihadiri lebih dari 200 orang peserta dari berbagai sektor, termasuk pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat sipil, dan media. Forum ini juga menjadi momen penting implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025, yang menjadi tonggak hukum pengelolaan kawasan mangrove nasional.
"Lahan-lahan ini adalah peluang kedua yang diberikan alam kepada kita. Pemulihan harus dilakukan secara ilmiah, terukur, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama," ujar Menteri Hanif.
Baca juga: Konsistensi kunci pahlawan lingkungan Kalpataru Lestari untuk Indonesia
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, Indonesia memiliki tutupan mangrove seluas 3,44 juta hektare terbesar di dunia dan mencakup 20 persen ekosistem mangrove global.
Namun, Indonesia juga telah kehilangan lebih dari satu juta hektare dalam empat dekade terakhir akibat alih fungsi lahan, pembangunan tak terkendali, dan abrasi. Di Kalimantan Barat sendiri, degradasi mencakup lebih dari 17 ribu hektare, termasuk hilangnya 300 hektare daratan di Kabupaten Mempawah.
Sebagai aksi nyata, KLH/BPLH melakukan penanaman mangrove seluas 8,1 hektare di Mempawah Mangrove Park. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi seluas 61,8 hektare di wilayah tersebut, dalam mencapai target nasional pemulihan 600 ribu hektare hingga 2029 sebagaimana tercantum dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
"Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan. Mangrove melindungi garis pantai dari abrasi, menyerap karbon biru, menyediakan habitat biodiversitas, serta menjadi sumber ekonomi masyarakat pesisir," kata Hanif.
Baca juga: Kejaksaan Agung dan KLH serahkan bibit mangrove untuk masa depan udara yang bersih
Komitmen lintas sektor diperkuat dengan kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga ekosistem pesisir.
"Saya memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada masyarakat pesisir, komunitas penggiat lingkungan, pemerintah daerah, TNI/Polri hingga KLH/BPLH. Upaya menjaga ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove adalah investasi bumi di masa depan," katanya.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026