Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengutuk keras penyerbuan dan provokasi terbaru terhadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur oleh sejumlah menteri Zionis Israel bersama kelompok pemukim ilegal Israel di bawah perlindungan polisi akhir pekan lalu.
Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono, serbuan tersebut memperkeruh kondisi keamanan serta memperparah ketegangan antara masyarakat Palestina dan pemukim Israel di Yerusalem.
“Kami melihatnya sebagai pelanggaran status quo yang membuat situasi semakin rumit,” kata Sugiono setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Belarus Maxim Ryzhenkov di Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan semua pihak hendaknya menghormati kesepakatan dan tradisi yang berlaku di Masjid Al-Aqsa dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan ketegangan lebih parah, seperti dengan menyerbu wilayah suci bagi kaum Muslim tersebut.
Sejumlah media melaporkan bahwa pejabat dan pemukim sayap kanan Israel yang dipimpin oleh pemimpin otoritas keamanan nasional Itamar Ben-Gvir merangsek masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu (4/8) untuk beribadah di sana.
Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah lama berlaku selama beberapa dekade ini yang memungkinkan orang Yahudi untuk berkunjung ke situs tersebut, tetapi tidak untuk beribadah di sana.
Ben-Gvir, sekutu Zionis dan ultranasionalis pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu, mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan dirinya berdiri di situs suci umat Islam tersebut dengan dikelilingi oleh para pemukim Yahudi dan polisi Israel.
Baca juga: Pakistan kecam keras penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh sejumlah pejabat Israel
Baca juga: Palestina ingatkan adanya rencana penyerbuan Al-Aqsa oleh pemukim Israel
Pewarta: Nabil IhsanEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026