Depok (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Jawa Barat memberikan pendampingan dan pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas sebagai upaya sistematis membentuk pelaku usaha tangguh, adaptif, dan berorientasi pertumbuhan.

“Pendampingan kali ini berfokus pada peningkatan kapasitas secara menyeluruh, mulai dari manajemen usaha, digitalisasi, branding (jenama), akses permodalan, hingga strategi pemasaran,” ujar KepalaDKUM Kota Depok Mohamad Thamrin di Depok, Kamis (31/7).

Sebanyak 110 pelaku UMKM terpilih berasal dari 11 kecamatan di Kota Depok mengikuti serangkaian pelatihan, mentoring, dan fasilitasi bisnis dalam upaya mendorong usaha mereka naik ke level yang lebih profesional, berdaya saing, dan siap ekspansi pasar.

Baca juga: UMKM Depok perlu legalitas untuk naik kelas
Baca juga: Ketua DPRD Depok: Sektor industri akan dikembangkan dalam 20 tahun


Untuk memastikan kualitas pelaksanaan, kata dia, lima pendamping berpengalaman ditugaskan sesuai wilayah. Mereka, yakni Cahyadi Setiawan (Tapos–Cimanggis), Wahid (Sukmajaya–Cilodong), Amun (Bojongsari–Sawangan–Cinere), Dinda (Cipayung–Pancoran Mas) dan Lusi (Beji–Limo).

"Para pendamping ini telah dikenal luas melalui kiprahnya dalam pemberdayaan UMKM di berbagai sektor dan lokasi," katanya.

Ia menjelaskan selama enam bulan ke depan, peserta akan mengikuti pelatihan tematik, klinik bisnis, sesi pelatihan individual, dan fasilitasi untuk mengakses jejaring perbankan dan pasar.

Salah satu materi yang menjadi perhatian awal, yakni penguatan manajemen keuangan yang disampaikan oleh Wahid dan mendapat respons antusias dari peserta.

Baca juga: Dekranasda ajak pelaku UMKM pasarkan produk di toko oleh-oleh Depok Maju

Ia menyebut bahwa kegiatan tak hanya fokus peningkatan kapasitas, akan tetapi program ini juga membuka ruang promosi melalui bazar dan showcase produk unggulan UMKM Depok.

Kegiatan tersebut menjadi titik temu antara pelaku usaha, mitra lembaga keuangan, dan calon pembeli dalam atmosfer kolaboratif.

Menurut koordinator pendamping program itu, Said Mustopa, kekuatan utama UMKM bukan hanya pada produk, melainkan kemampuan pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun ekosistem yang saling menguatkan.

“Naik kelas itu bukan soal omzet semata, tapi juga mindset (pola pikir). Kami ingin membentuk pelaku UMKM yang percaya diri, visioner, dan siap bersaing di level regional hingga nasional,” ujarnya.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026