Medan (ANTARA) - Universitas Negeri Islam Sumatera Utara (UINSU) Medan melepas 5.341 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Pelepasan ke-5.341 mahasiswa yang akan KKN tersebut digelar di Lapangan Biro Kampus II UINSU Medan, Jumat, dengan mengusung tema "Penguatan Peran Perguruan Tinggi Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Berkemajuan dan Memiliki Nilai Yang Islami".
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UINSU Prof Katimin dalam kesempatan itu mengajak para mahasiswa yang melaksanakan KKN untuk tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi benar-benar menciptakan kesan dan kontribusi yang membekas di hati masyarakat.
Baca juga: UINSU sediakan Kampus V di Kota Tebing Tinggi sebagai lokasi Sekolah Rakyat
Baca juga: UINSU Medan perkuat tata kelola menuju dunia pendidikan global
Ia menyampaikan bahwa moral harus ditempatkan lebih tinggi dari pengetahuan. Untuk itu selama KKN para mahasiswa harus mampu menjaga adab dan juga mampu membawa perubahan di desa tempat menjalankan KKN.
"Kita ingin mahasiswa menjadi seperti garam, tidak terlihat tapi memberi rasa. Tinggalkan jejak yang dirindukan oleh masyarakat, bukan sekadar hadir lalu dilupakan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, semangat kolaborasi, dan kemampuan komunikasi lintas budaya.
Menurut dia, KKN bukan hanya sarana pengabdian, tetapi juga tempat untuk menempa jiwa kepemimpinan dan mempererat solidaritas antarmahasiswa dari berbagai latar belakang.
Dengan semangat keislaman dan nilai akademik yang kuat, UINSU berharap para peserta KKN 2025 dapat membawa perubahan positif dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang berkemajuan dan berakhlak mulia.
Baca juga: UINSU dan UNJ kerja sama peningkatan kualitas pendidikan
Sebelumnya pada acara pelepasan itu Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UINSU Prof Nispul Khoiri menegaskan bahwa KKN adalah momentum penting untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata masyarakat.
"Ini adalah jembatan antara teori dan praktik. Kita ingin mahasiswa mampu memberi solusi nyata bagi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun internasional," katanya.
Terkait mekanisme pelaksanaan, ia menjelaskan bahwa sebagian besar dosen pembimbing lapangan melakukan pembinaan melalui platform daring demi efisiensi anggaran.
"Kami menekankan pentingnya menjaga adab dan etika selama menjalankan KKN, termasuk pemisahan tempat tinggal antara mahasiswa laki-laki dan perempuan," katanya.
Pewarta: JuraidiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.