Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 15 lembaga, termasuk LDII, guna mempercepat implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, pada Rabu, sebagai bagian dari strategi kolaboratif untuk mendukung transformasi desa sebagai pusat pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengatakan kerja sama lintas sektor sangat diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan desa sebagai poros utama pembangunan nasional.

“Dengan membangun desa, sejatinya kita sedang membangun Indonesia. Kita perlu menjadi super tim melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Yandri menjelaskan bahwa Kemendes telah merumuskan 12 program aksi bertajuk "Bangun Desa Bangun Indonesia", dan seluruh nota kesepahaman yang diteken akan diarahkan untuk mendukung realisasi program tersebut.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita ke-6 yang diusung Presiden Prabowo, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian desa sebagai fondasi ekonomi nasional.

Yandri menyebut saat ini masih terdapat lebih dari 10.000 desa tertinggal dan 20.000 desa yang belum memiliki akses sinyal, sehingga kolaborasi menjadi instrumen penting dalam menjawab tantangan tersebut.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, tapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Ini adalah peluang pengabdian bersama untuk membebaskan desa dari ketertinggalan,” tambahnya.

Hingga saat ini, Kemendes PDTT telah menandatangani 48 MoU dengan berbagai pihak dan menargetkan perluasan kerja sama dengan 80 mitra strategis lainnya dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, menyambut baik kemitraan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi ormas dalam pembangunan desa.

Ia mengungkapkan bahwa LDII telah menjalin kerja sama sebelumnya dengan Kemendes PDTT, di antaranya melalui program pertanian sorgum di Kabupaten Blora, yang dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan pakan ternak.

“Kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi sudah direalisasikan. Kami sudah memanen bibit sorgum bersertifikat dan sedang mengembangkan penanaman berkelanjutan,” jelasnya.

Chriswanto juga menambahkan bahwa LDII telah menjalankan berbagai program berbasis desa seperti pertanian, kesehatan, koperasi, pendidikan, penanganan stunting, hingga dakwah melalui majelis taklim dan pondok pesantren.

Menurutnya, pembangunan desa merupakan fondasi dari pembangunan nasional secara menyeluruh, karena desa menjadi titik awal pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“LDII berkomitmen memperkuat peran keumatan dan kebangsaan melalui kontribusi riil di desa-desa, yang selaras dengan program Kemendes dalam mewujudkan desa maju dan mandiri,” pungkasnya.



 



Pewarta: ANTARA
Editor : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026