Depok, Jawa Barat (ANTARA) - Wali Kota Depok, Jawa Barat, Supian Suri mengatakan 2 dari 63 Koperasi Merah Putih (KMP) di Depok menjadi percontohan awal yakni KMP Sukamaju dan KMP Mampang yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Program Koperasi Merah Putih merupakan wujud komitmen nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kelembagaan koperasi," kata Supian di Depok, Selasa.

Supian menjelaskan dari sekitar 80.000 koperasi yang direncanakan se-Indonesia, 100 di antaranya sudah berjalan termasuk dua di Kota Depok.

"Ini bisa kita sebut sebagai yang start duluan. Karena dua KMP ini telah memenuhi syarat minimal memiliki tujuh gerai usaha,” jelasnya.

Di KMP Sukamaju sendiri, terdapat sejumlah unit usaha yang telah berjalan, seperti klinik, apotek, toko bahan pokok, kantor pos, layanan LPG, hingga penjualan pupuk.

Keberadaan usaha-usaha tersebut menjadi dasar mengapa KMP Sukamaju layak ditunjuk sebagai lokasi mockup koperasi merah putih.

Terkait dukungan pemerintah daerah, Wali Kota menambahkan bahwa Pemerintah Kota Depok mengalokasikan dana hibah sebesar Rp30 juta bagi masing-masing koperasi yang tergabung dalam program Koperasi Merah Putih.

“Dana ini terbagi Rp15 juta untuk modal awal dan Rp15 juta lagi untuk pengadaan sarana-prasarana seperti laptop dan perlengkapan penunjang lainnya. Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung pengembangan koperasi di Kota Depok,” tegasnya.

Dengan dimulainya peluncuran kelembagaan koperasi ini, Supian Suri berharap semangat berkoperasi dapat menguat di tengah masyarakat dan menjadi penggerak utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Depok.

Supian meyakini koperasi adalah wadah yang efektif untuk itu kami mendukung penuh pelaksanaan program koperasi merah putih di Kota Depok.

Baca juga: Gairah pembentukan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah
Baca juga: Id Food pasok pangan ke 108 koperasi merah putih




Pewarta: Feru Lantara
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026