Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan investor pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani dari Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara masih menunggu validasi atau kajian perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal).
"Investor kereta gantung itu tetap ingin melakukan pembangunan, hanya saja saat ini masih menunggu kajian Amdal," kata Kepala Dispar Lombok Tengah Lalu Sungkul di Lombok Tengah, Selasa.
Pembangunan kereta gantung ini sudah lama dicanangkan sejak 2013 dan groundbreaking sudah dilakukan sekitar dua tahun yang lalu. Dari hasil diskusi yang dilakukan dengan pihak investor ternyata saat ini posisi investor sedang menunggu pemerintah untuk validasi izin Amdal.
“Investor ini tidak pernah pergi dari Lombok karena kantornya ada di Gunung Sari-Lombok Barat," katanya.
"Mereka telah membayar Rp5 miliar untuk jaminan, dalam hal pemanfaatan hutan itu,” katanya.
Baca juga: Perbaikan di Gunung Rinjani dan Geopark Kaldera Toba bukti RI prioritaskan wisatawan
Baca juga: Kemenpar perkuat koordinasi bersama pihak terkait untuk siapkan rescue center di gunung
Pewarta: Akhyar RosidiEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.