Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan investor pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani dari Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara masih menunggu validasi atau kajian perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal).

"Investor kereta gantung itu tetap ingin melakukan pembangunan, hanya saja saat ini masih menunggu kajian Amdal," kata Kepala Dispar Lombok Tengah Lalu Sungkul di Lombok Tengah, Selasa.

Pembangunan kereta gantung ini sudah lama dicanangkan sejak 2013 dan groundbreaking sudah dilakukan sekitar dua tahun yang lalu. Dari hasil diskusi yang dilakukan dengan pihak investor ternyata saat ini posisi investor sedang menunggu pemerintah untuk validasi izin Amdal.

“Investor ini tidak pernah pergi dari Lombok karena kantornya ada di Gunung Sari-Lombok Barat," katanya.

"Mereka telah membayar Rp5 miliar untuk jaminan, dalam hal pemanfaatan hutan itu,” katanya.

Baca juga: Perbaikan di Gunung Rinjani dan Geopark Kaldera Toba bukti RI prioritaskan wisatawan
Baca juga: Kemenpar perkuat koordinasi bersama pihak terkait untuk siapkan rescue center di gunung

Arsip foto - Sejumlah pengunjung mendaki Bukit Pergasingan di Desa Wisata Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Minggu (6/4/2025). Obyek wisata Bukit Pergasingan di ketinggian 1.670 mdpl itu menyuguhkan pemandangan alam Rinjani dan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Spt/pri. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Puncak Gunung Rinjani terlihat dari Desa Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Sugiharto Purnama)

 



Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026