Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mempertegas komitmennya dalam mendukung penguatan Koperasi Desa (Kopdes)/Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih melalui digitalisasi layanan keuangan dan perbaikan sarana prasarana.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menekankan bahwa digitalisasi koperasi harus didukung oleh kesiapan sarana dan sistem. Dalam hal ini, Bank Mandiri memastikan koperasi memiliki kanal layanan yang modern sekaligus tempat usaha yang layak dan profesional.

“Kami mendukung penuh peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya pemerintah memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan khususnya di wilayah. Peran kami dalam hal ini, difokuskan pada pendampingan koperasi agar siap secara operasional, terutama dalam penyediaan layanan keuangan digital dan perbaikan sarana dasar,” kata Darmawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebagai bagian dari Himbara, Bank Mandiri turut berperan aktif dalam mendampingi koperasi yang ditetapkan sebagai titik peluncuran Kopdes/Kopkel Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bank Mandiri catat nilai transaksi Livin' tembus Rp4.027 triliun pada 2024

Pada koperasi-koperasi tersebut, Bank Mandiri juga telah menyiapkan layanan keuangan digital seperti Mandiri Agen dan QRIS, serta memastikan kesiapan infrastruktur layanan secara fisik.

Dalam mendukung peluncuran Kopdes/Kopkel Merah Putih, Bank Mandiri mengerahkan tim dari berbagai unit bisnis untuk mempercepat aktivasi di lapangan.

Di sejumlah titik, seperti Kopdes Merah Putih Malangjiwan di Karanganyar dan Kopkel Merah Putih Banyuanyar di Surakarta misalnya, Bank Mandiri telah menyelesaikan proses pengecatan bangunan, pemasangan papan nama dan branding, serta instalasi rak gondola dan etalase sebagai sarana utama koperasi.

Selain itu, penguatan jaringan internet juga dilakukan guna menunjang layanan keuangan digital berbasis aplikasi. Langkah ini diperkuat dengan penyelenggaraan pelatihan manajemen koperasi dan literasi keuangan yang telah bergulir sejak akhir Juni 2025, dengan melibatkan ribuan lebih pengurus koperasi dari berbagai daerah.

Baca juga: Bank Mandiri targetkan percepatan investasi

Pelatihan diselenggarakan secara hybrid ini menjadi bagian dari upaya akselerasi kesiapan kelembagaan koperasi di seluruh Indonesia. Bank Mandiri juga terlibat langsung dalam verifikasi dan validasi kesiapan koperasi yang ditetapkan, bekerja sama dengan Satgas Kopdes/Kopkel Merah Putih, kementerian teknis, dan pemerintah daerah.

Darmawan mengatakan, sinergi ini dilakukan untuk memastikan seluruh koperasi yang terlibat telah memiliki legalitas yang lengkap serta kesiapan operasional untuk menjalankan fungsinya sebagai outlet sembako, LPG, layanan keuangan, hingga logistik.

Dengan pendekatan menyeluruh yang mencakup digitalisasi, pelatihan, dan perbaikan infrastruktur, Bank Mandiri berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Komitmen jangka panjang ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperkuat perekonomian rakyat melalui pembangunan institusi yang profesional dan berbasis ekosistem.

Baca juga: Bank Mandiri berikan kredit Rp185,2 triliun untuk industri pengolahan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan kelembagaan 80 ribu unit Koperasi Desa/Koperasi Kelurahan Merah Putih, di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin.

Presiden mengatakan peluncuran 80 ribu koperasi desa dan kelurahan ini sebagai upaya untuk memperpendek rantai distribusi dan aliran bahan-bahan untuk masyarakat.

Koperasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para petani, peternak, maupun nelayan.

Kepala Negara pun mengingatkan kepada seluruh pengurus koperasi untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.



Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026