Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu bakal menjadikan kegiatan karnaval budaya "Grebek Suro Jaranan" di wilayah itu sebagai agenda tahunan untuk mendukung program pariwisata.
"Kegiatan Grebek Suro Jaranan ini punya makna dalam mempererat kebersamaan dan memperkenalkan budaya Rejang Lebong ke khalayak luas. Even ini akan kita jadikan agenda tahunan," kata Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri saat menyaksikan Grebeg Suro yang digelar Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Rejang Lebong (PKKKRL) di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Minggu.
Dia menjelaskan, keberadaan Grebeg Suro Jaranan tersebut pada tahun depan hendaknya dapat dilaksanakan lebih besar lagi, karena dapat mendukung Kabupaten Rejang Lebong sebagai tujuan wisata berbasis budaya.
Festival budaya Grebeg Suro Jaranan yang dilaksanakan setiap bulan Muharram ini, kata dia, memiliki daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan, khususnya dari luar daerah yang nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah itu.
Baca juga: Pemkab Gorontalo jadikan Green Tumbilotohe agenda tahunan pertahankan warisan budaya
Baca juga: Pemkab Bekasi jadikan acara pesta rakyat Kramat Batok agenda budaya tahunan
Baca juga: Pj Bupati Banyumas harapkan Festival Balon Udara 2024 jadi agenda wisata tahunan
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Rejang Lebong (PKKKRL) yang telah melestarikan tradisi Grebeg Suro Jaranan yang secara rutin melaksanakannya dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Rejang Lebong (PKKKRL) Hidayatullah menyampaikan, pada kegiatan Grebeg Suro Jaranan ini diikuti oleh 25 grup kuda kepang dan beberapa grup tari kreasi dari 15 kecamatan di Rejang Lebong.
"Kegiatan ini kita mulai dengan pawai budaya yang dilepas oleh Bupati Rejang Lebong dari depan rumah dinas bupati dan finish di Lapangan Dwi Tunggal Curup. Setelah pawai dilakukan pertunjukan tari jaranan secara kolosal hingga sampai sore hari," kata Hidayatullah.
Kegiatan Grebeg Suro Jaranan itu sendiri, terang dia, sudah dilaksanakan pihaknya pada bulan Muharram yang tujuannya untuk memeriahkan dan menyambut tahun baru Islam. Kegiatan itu sendiri sudah mereka laksanakan sejak empat tahun belakangan, dengan lokasi pelaksanaan berpindah-pindah.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.