Depok (ANTARA) - Program Gerak Nusantara (Genusa) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau bagi masyarakat Indonesia melalui sistem beasiswa daring.
“Genusa ini gerakan di bawah kampus. Jadi jangan tanya mana AD/ART, mana akta notaris. Dasarnya adalah Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penelitian. Maka Genusa sah dijalankan oleh kampus,” kata Ketua Umum DPP Genusa sekaligus Rektor Universitas Islam An Nur Lampung dan Universitas Wira Buana Lampung, Dr. KH Andi Warisno, di Depok, Minggu
Ia menegaskan bahwa Genusa merupakan gerakan sosial pendidikan yang berada di bawah naungan kampus, bukan organisasi yang berbadan hukum tersendiri.
"Seluruh pengurus Genusa, dari pusat hingga daerah, mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari rektor," katanya.
Dalam program Genusa, seluruh pengurus diwajibkan untuk mengikuti kuliah jenjang S1, S2, atau S3 secara daring dengan biaya yang diklaim sangat terjangkau.
Untuk program S1 dikenakan biaya Rp3,2 juta hingga lulus, sedangkan S2 sebesar Rp3,7 juta hingga selesai. Seluruh biaya dapat dicicil selama dua semester.
Saat ini, Genusa telah menjangkau 38 provinsi di Indonesia. Menurut Andi Warisno, pada wisuda terakhir Universitas Islam An Nur Lampung, terdapat 1.743 lulusan dari jenjang S1 hingga S3. Jumlah ini ditargetkan terus meningkat melalui pengembangan Program Genusa secara nasional.
“Genusa terbuka bekerja sama dengan pemda, pemkot, dan instansi lain. SDM Indonesia masih di bawah rata-rata Asia. Maka kita harus perkuat dari sektor pendidikan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambah Andi.
Ketua DPD Genusa Jawa Barat, Dwi Hidayati, menjelaskan bahwa pihaknya telah membuka sekretariat di Jalan Puri Insani 2, Blok C4 No 10, Grand Depok City (GDC), Kota Depok, untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin mendaftar kuliah.
Ke depan, DPD Jabar juga akan menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercap) di seluruh DPC se-Jawa Barat.
“Pengurus Genusa tidak hanya difasilitasi kuliah murah, tapi juga akan mendapatkan umrah gratis secara bergilir. Sementara bagi pengurus non-Muslim akan diberikan modal usaha senilai Rp12 juta,” ujar Dwi.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.