Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan Batam, Kepulauan Riau, memastikan warga terdampak pengembangan Rempang Eco City akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang mulai dari perumahan, fasilitas umum dan dukungan kapal hingga alat tangkap untuk nelayan.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk memastikan relokasi warga ke Tanjung Banun berjalan adil dan manusiawi.
"Selain komplek perumahan, warga akan mendapatkan sertifikat hak milik (SHM), fasilitas pendidikan seperti SD dan SMP, pemakaman, serta dermaga dan alat tangkap ikan," ujar Amsakar saat dikonfirmasi di Batam, Minggu.
Menurut dia, program tersebut akan menjadi percontohan dalam penanganan relokasi warga di berbagai proyek nasional lainnya.
"Ini bentuk konkret bahwa negara hadir dan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh. Tahun pertama akan dibangun sekitar 150 rumah, dermaga, dan bantuan alat tangkap," katanya.
BP Batam menyebutkan bahwa alat tangkap yang disiapkan berjumlah 34 unit kapal. “Ada 24 unit berasal dari BP Batam dan 10 unit dari Kementerian Transmigrasi,” kata Amsakar, selain menyampaikan progres pembangunan perumahan bagi warga terdampak.
