Badung, Bali (ANTARA) - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Penerangan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Singaraja, Provinsi Bali.

"Pengabdian ini adalah kerja sama dan kolaborasi antara kami mahasiswa dengan para dosen di Prodi Penerangan Agama Hindu," kata Ketua Panitia Pelaksana Bagus Kusuma Wardana di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Rabu.

Seperti diketahui Widyalaya adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Hindu.

Ia menjelaskan pengabdian bertujuan untuk mendekatkan nilai-nilai ajaran Hindu secara aplikatif kepada generasi muda Hindu, sekaligus memperkuat jalinan antara lembaga pendidikan tinggi keagamaan dengan satuan pendidikan Hindu di tingkat menengah. 

Para dosen dan mahasiswa memberikan materi mengenai etika Hindu dalam kehidupan remaja, pentingnya literasi agama di era digital, serta sesi materi yang kontekstual dengan kehidupan remaja saat ini.

Bagus lebih jauh memaparkan keberadaan mahasiswa Hindu harus larut dan berada di tengah-tengah masyarakat. Terlebih, mahasiswa penerangan yang ke depannya akan berperan sebagai pencerah umat Hindu.

Dirinya menilai sasaran pengabdian dengan berlokasi di widyalaya adalah wujud nyata kepedulian mahasiswa kampus Hindu terhadap lembaga pendidikan umum bercirikan agama Hindu yang baru lahir dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

"Kami merasa memiliki lembaga ini secara bersama-sama dan berharap ke depan selain kami, banyak pihak lagi yang peduli dan terlibat dalam upaya mengembangkan widyalaya," papar dia.

Kepala Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra I Kadek Adi Suartawan menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan kehadiran mahasiswa mampu menumbuhkan semangat baru di lingkungan sekolah. 

“Ini bukan sekadar program formalitas, tetapi bentuk nyata pewarisan dharma secara kontekstual,” ujarnya.

Adi Suartawan berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap keberadaan widyalaya ke depan. Apalagi, saat ini widyalaya membutuhkan dukungan baik moril dan materiil. 

"Harapan kami semakin banyak yang peduli dan memperhatikan keberadaan widyalaya sebagai pusat pendidikan Hindu di Buleleng," kata dia.



Pewarta: IMBA Purnomo/Rolandus Nampu
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026