Jakarta (ANTARA) - Kepala Sekolah Rakyat Handayani Jakarta Timur Regut Sutrasto menyebutkan, wali asuh menjadi salah satu kunci siswa baru di sekolah maupun asrama dalam beradaptasi.
"Kami dari pihak sekolah menyiapkan wali asuh yang bertugas mendampingi dan membimbing mereka selama proses adaptasi," kata Regut di Sekolah Rakyat Handayani Jakarta Timur, Selasa.
Peran wali asuh, kata dia, untuk membimbing dan menumbuhkan empati terhadap sesama, sehingga siswa bisa merasa lebih aman dan nyaman saat berada di lingkungan sekolah.
Apalagi, beberapa siswa masih menangis pada malam pertama mereka tinggal di asrama. Mereka merindukan orang tua dan masih membutuhkan penyesuaian terhadap lingkungan baru.
"Tadi malam mungkin kalau ada yang menangis itu kan wajar karena masih awal-awal di lingkungan baru," ucap Regut.
Menurut dia, pendampingan dari wali asuh bukan hanya bersifat pengawasan, tetapi juga emosional. Wali asuh menjadi sosok yang dapat dipercaya siswa untuk mencurahkan perasaan mereka selama tinggal jauh dari keluarga.
Regut meyakini kombinasi antara pendampingan wali asuh dan kebiasaan hidup disiplin di Sekolah Rakyat Handayani mampu membangun kemandirian dan kesiapan mental untuk menjalani pendidikan di lingkungan asrama.
"Semua sudah diatur, kegiatan dan aktivitas belajar mengajar dari pagi sampai malam sudah ada polanya. Semua tentunya agar anak bisa lebih disiplin dan lebih baik," ucap Regut.
Baca juga: Lebak apresiasi Sekolah Rakyat bantu anak keluarga tak mampu
Baca juga: Harapan orang tua siswa terhadap Sekolah Rakyat
Pewarta: Siti NurhalizaEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026