Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi produksi single dan video klip berjudul "Wong Sepele" sebagai wujud komitmen menghadirkan inklusivitas di industri kreatif.

"Kami ingin memastikan tidak ada talenta yang tertinggal, termasuk teman-teman difabel. Lewat karya ini, kami ingin membuktikan bahwa inklusivitas dalam ekonomi kreatif bukan hanya slogan, tapi aksi nyata," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa.

Lagu "Wong Sepele" merupakan hasil kolaborasi musisi Helarius Daru Indrajaya yang dikenal dengan nama Ndarboy Genk bersama penyanyi tunanetra asal Yogyakarta bernama Fauzi Haidi, dan komunitas Mabes Balker. Kemenekraf memfasilitasi kolaborasi itu melalui program unggulan Akselerasi Kreatif (Aktif) Musik.

Aktif Musik dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya orisinal dari komunitas kreatif daerah. Sebagai program yang menyasar wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional, Yogyakarta dipilih karena ekosistem seninya yang tumbuh secara organik dan kolaboratif.

"Melalui karya ini, Kementerian Ekraf juga memperkuat komitmen untuk membuka akses yang setara bagi penyandang disabilitas dalam ekosistem kreatif nasional," ujar Menekraf Riefky.

Melalui peluncuran lagu dan video klip tersebut, Kemenekraf mendorong semakin banyak intellectual property (IP) atau hak kekayaan intelektual (HAKI) lokal yang inklusif untuk menembus pasar digital dan membuka jalan bagi ekonomi kreatif yang lebih adil, terbuka, dan berkelanjutan.

Baca juga: Wamenekraf apresiasi petunjukan musikal sebagai salah satu harta karun Indonesia
Baca juga: Ekonomi kreatif lokal butuh dukungan investasi berkelanjutan



Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026