Jakarta (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Pancasila (UP) berhasil.meraih 7 medali dalam ajang ilmiah internasional World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2025, di Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila (FFUP), Jakarta.

Ajang ilmiah internasional bergengsi ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan WSEEC ke-5 yang berlangsung sejak 14 Mei hingga 22 Mei 2025, mengusung format hybrid untuk menjangkau peserta global secara inklusif.

Diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, kompetisi ini berhasil menarik perhatian sebanyak 370 tim dari 14 negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, Turki, Austria, hingga Amerika Serikat. 

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dengan semangat kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan global melalui inovasi di bidang sains, lingkungan, dan teknologi.

Dari total peserta, 88 tim mengikuti kompetisi secara langsung di Jakarta, sementara 282 tim lainnya berpartisipasi secara daring dari negara masing-masing.

Format ini menjadikan WSEEC 2025 sebagai ajang kompetisi ilmiah yang dinamis dan berorientasi masa depan.

Baca juga: UP amalkan Pancasila pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Dalam kompetisi ini, mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila berhasil menorehkan prestasi gemilang dan membanggakan Indonesia di kancah internasional. Mereka meraih total tujuh medali di berbagai kategori, serta dua penghargaan khusus dari juri internasional.

Online Competition - SILVER MEDAL (Category Environment)

Dalam kompetisi online kategori Environment, tim dari FFUP yang terdiri dari Alifah Wardah Zahiroh dan rekan-rekannya berhasil meraih medali perak melalui karya berjudul “Formulation of Nanoparticle Serum Spray with 70 perssn Ethanol Extract of Pucuk Merah Leaves as an Antioxidant”.

Karya ini dikembangkan di bawah bimbingan Dr. apt. Kosasih dan menawarkan inovasi dalam bidang antioksidan berbasis bahan alam lokal.

Online Competition - GOLD MEDAL (Category Life science). Pada kategori Life Science dalam kompetisi online, tiga tim Universitas Pancasila sukses menyabet medali emas.

Tim pertama yang diketuai oleh Puteri Daniswara Mulya dan dibimbing oleh Dra. Umi Marwati, M.Si., menampilkan inovasi “Promalus UP: Fermented Apple as a Functional Food for Health (in Antioxidant Support)”, yang mengangkat fermentasi apel sebagai pangan fungsional.

Baca juga: Universitas Pancasila tuan rumah raker pengabdian masyarakat UI GreenMetric 2025

Tim kedua, dipimpin oleh Francis Xavier dan dibimbing oleh Dr. apt. Yesi Desmiaty, M.Si., menghadirkan “Glucofist: Cassia fistula capsule with modern antidiabetic mechanism”, yakni kapsul herbal dengan pendekatan modern dalam pengelolaan diabetes.

Tim ketiga, terdiri dari Cresentia Audrey dan Cindy Valentcia di bawah bimbingan apt. Gumilar Adhi Nugroho, S.Farm., M.Si., mengembangkan “Antidiabetic Functional Cookies Formulated with Herbal Extracts of Andrographis paniculata and Syzygium polyanthum” yang memadukan kelezatan camilan sehat dengan manfaat antidiabetik.

BRONZE MEDAL Online Competition
Untuk kategori umum, satu medali perunggu diraih oleh Fajar Ary Kurniawan atas karyanya “Combination of Kecombrang (Etlingera elatior) and Ginger (Zingiber officinale) Health Drink”.

Proyek ini, yang dibimbing oleh Dr. apt. Faizatun, S.Si., M.Si. serta apt. Gumilar Adhi Nugroho, S.Farm., M.Si., merupakan eksplorasi minuman kesehatan berbahan dasar rempah-rempah lokal yang kaya manfaat.

Offline Competition

Dalam kompetisi offline, tim Amalia Zahra Apriliana dan rekan-rekannya sukses meraih medali perak di kategori Life Science dengan karya “Curevia: A Natural Antibacterial Breakthrough for Burn Wound Tissue Regeneration”. Inovasi ini menawarkan solusi alami untuk penyembuhan luka bakar dan dikembangkan di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Ni Made Dwi S, M.Kes.

Prestasi tertinggi dalam kompetisi offline berhasil diraih oleh tim yang diketuai Febina br Surbakti, yang mempersembahkan karya berjudul “Analysis of 3 Essential Nutrients and Minerals in Taro Flour Cereal Granule (Colocasia esculenta L.) and Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera L.) TOMORI”.

Baca juga: Siswono sebut perlu inovasi bagi generasi muda bersaing di dunia kerja

Di bawah arahan Dr. apt. Novi Yantih, M.Si., tim ini sukses membawa pulang medali emas, mengangkat potensi lokal sebagai sumber pangan fungsional bergizi tinggi.

Selain penghargaan medali, Universitas Pancasila juga mendapatkan dua penghargaan khusus yang membanggakan, yaitu Macedonia Special Award serta IYSA Semi Grand Award, yang memberikan fasilitas gratis registrasi untuk ajang internasional ISPC 2025.

Pengakuan ini menegaskan kualitas dan daya saing global mahasiswa Universitas Pancasila dalam bidang riset dan inovasi ilmiah.

Rektor UP, Prof. Dr. Adnan Hamid menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah mengharumkan nama kampus di tingkat dunia.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UP mampu bersaing secara global, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi melalui riset dan sains,” ungkapnya.

Sebagai tuan rumah dan partisipan unggulan, UP menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset, dengan semangat kolaboratif dan nilai-nilai integritas.

Keberhasilan penyelenggaraan WSEEC 2025 juga menandai kiprah kampus ini sebagai pelopor pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan zaman.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026