Bandung (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Jawa Barat (Jabar) telah menyerap padi hasil panen petani di wilayahnya sebanyak 338.032 ton setara beras hingga awal Mei 2025.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Mohamad Alexander mengatakan bahwa proses penyerapan masih terus berlangsung dan diproyeksikan akan mencapai 552.099 ton hingga akhir Mei 2025.
"Proses penyerapan masih terus berlangsung, dan kami optimistis target penyerapan hingga akhir Mei ini akan mencapai target,” kata Alexander di Bandung, Kamis.
Ia mengatakan dengan tingginya volume penyerapan tersebut membuat Bulog Jabar perlu menambah kapasitas gudang penyimpanan.
Baca juga: Bulog Jabar serap padi 66.000 ton setara beras sampai pertengahan Maret 2025
Baca juga: Bulog Jabar serap hasil panen padi petani sekitar 183.000 ton hingga awal Juni
Ia menambahkan saat ini kapasitas gudang eksisting milik Bulog di wilayah Jawa Barat mencapai 397.750 ton, yang tersebar di 39 komplek pergudangan.
“Dengan jumlah penyerapan gabah dan beras yang terus bertambah, kapasitas gudang yang ada tidak lagi mencukupi. Kami menambah kapasitas dengan sistem pinjam pakai dan sewa,” ujarnya.
Alexander mengungkapkan, pihaknya telah menyewa 41 unit gudang milik swasta dengan kapasitas total 170.037 ton.
Selain itu, dilakukan pinjam pakai 119 unit gudang dari mitra dan instansi terkait dengan kapasitas 131.165 ton.
“Dengan tambahan tersebut, saat ini kami memiliki 199 unit gudang di delapan kantor cabang, yakni Bandung, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Karawang, Subang, Ciamis, dan Bogor, dengan total kapasitas 698 ribuan ton setara beras,” katanya.
Baca juga: DPRD Jabar desak Bulog percepat penyerapan gabah petani atasi anjloknya harga
Selain itu, dia memastikan Bulog Jabar tetap melakukan penyerapan gabah milik petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan senilai Rp6.500 per kilogram.
"Bulog sebagai operator penyerapan dan penyaluran gabah beras petani selalu siap menjalankan tugas sesuai arahan pemerintah," kata dia.
Menurut dia, distribusi beras yang dilakukan Bulog bertujuan untuk menstabilkan harga di pasaran sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar.
"Bulog Jabar siap menyerap sebanyak mungkin hasil panen petani lokal demi memperkuat ketahanan stok nasional, sekaligus mendukung kesejahteraan petani lokal dengan memberikan harga yang layak," kata Alexander.