Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi Jawa Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 bersama ratusan anggota serikat pekerja yang tergabung dalam FSPSI, FSPMI, SPN dan GSPMI di Lippo Cikarang.

"Pemerintah daerah menegaskan komitmen menjadikan buruh sebagai mitra strategi dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di lokasi, Kamis.

Peringatan May Day tingkat Kabupaten Bekasi 2025 itu turut dihadiri Kapolres Metro Bekasi, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Ketua DPRD, perwakilan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Cikarang, jajaran Apindo hingga BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ade turut mengapresiasi kehadiran federasi buruh, jajaran pengusaha hingga unsur Forkopimda serta dinas ketenagakerjaan untuk duduk bersama dalam suasana yang harmonis. Momentum ini menjadi langkah awal menuju kerja sama lebih kuat antara pemerintah daerah dengan para pekerja.

"Mudah-mudahan buruh senantiasa bisa berkolaborasi dengan Pemkab Bekasi dalam menjunjung kesejahteraan masyarakat. Saya juga apresiasi Dinas Ketenagakerjaan, Apindo, Baznas, BPJS, dan semua pihak yang memfasilitasi acara ini dengan sangat baik," katanya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang santuni dua ahli waris saat "May Day"

Ia mengaku aspek tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama yang tertuang dalam program strategis 100 hari kerja pertama usai dilantik dengan prioritas menekan angka pengangguran.

Kabupaten Bekasi memiliki 7.000 lebih perusahaan dengan populasi 3,2 juta jiwa, namun banyak masyarakat yang belum terserap bekerja pada sektor industri, sehingga penyerapan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

"Oleh karena itu, saya tugaskan wakil bupati Bekasi bersama legislatif dan perwakilan buruh untuk door to door ke perusahaan, meminta kuota kerja bagi warga lokal," katanya.

Menanggapi dinamika sosial dan aksi buruh di wilayah itu, bupati Bekasi berharap agar komunikasi antara buruh dengan pemerintah daerah lebih ditingkatkan serta dilakukan secara bijak dan konstruktif.

"Saya berharap tidak perlu ada demo-demo ke pemda kalau tidak terlalu penting dan urgent. Cukup diwakili oleh pimpinan federasi. Kita ingin Bekasi tetap kondusif, tenang, dan aman agar pembangunan tidak terganggu," ucapnya.

Baca juga: 25.000 buruh Cikarang Bekasi berangkat menuju Monas dari sejumlah titik

Dirinya bahkan menyebutkan besaran upah minimum Kabupaten Bekasi yang kini mencapai Rp5,6 juta sudah melampaui gaji Bupati dan Wakil Bupati Bekasi.

"UMK sekarang bahkan lebih tinggi dari gaji saya yang hanya Rp5,2 juta. Maka jangan heran kalau ke depan ada demo bupati dan wakil bupati, demonya agar daerah ini tentram dan sejahtera," katanya.

Ade juga menyinggung rencana pengaktifan kembali tim percepatan pembangunan daerah (TP2D) meski Kemendagri menyarankan efisiensi anggaran dengan meniadakan tim ad-hoc tersebut. Salah satu figur yang disiapkan dalam tim itu adalah tokoh buruh.

Dirinya turut menyerukan gotong-royong antarseluruh elemen masyarakat, termasuk kaum buruh, pengusaha, legislatif, dan aparat keamanan demi kemajuan Kabupaten Bekasi.

"Saya ingin Kabupaten Bekasi ini bisa ‘lumpat’ alias berlari lebih cepat. Kita harus menyelesaikan persoalan banjir, alih fungsi lahan, pengangguran, dan lainnya secara sinergis. Bangkitkan potensi daerah, majukan SDM-nya, dan Insya Allah sejahtera rakyatnya," katanya.

Koordinator Buruh Bekasi Melawan (BBM) Sarino mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah memfasilitasi peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini.

"Itu pak bupati. Jadi, itu kawan-kawan. Jadi agak, saya melihat perayaan hari ini memang luar biasa. Sangat luar biasa yang dilakukan di Kabupaten Bekasi," katanya.

Baca juga: Pemkab Bekasi bangkitkan semangat wirausaha kepada kaum buruh

Dirinya turut menyampaikan sejumlah aspirasi berkaitan dengan tenaga kerja. Pertama, perayaan May Day ke depan diselenggarakan dengan cara membuka bursa lowongan kerja atau job fair sekaligus bertujuan membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran.

Kemudian berkaitan perselisihan hubungan kerja dengan meminta pemerintah daerah membangun pengadilan hubungan industrial (PHI), karena sejauh ini penuntasan persoalan tersebut baru bisa dilakukan di Bandung.

Sarino mengungkapkan sejarah tercetus Hari Buruh Internasional berangkat dari pergerakan kaum buruh di Amerika Serikat yang kala itu menuntut perubahan jam kerja.

"Nah, kalau di Amerika dulu momentum hari buruh untuk mengakomodasi persoalan tuntutan jam kerja, mungkin di Kabupaten Bekasi peringatan May Day bisa jadi pilot project hubungan industrial dengan penyelenggaraan job fair secara besar-besaran," kata dia.(KR-PRA).



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026