Pemkot-Bekasi-Tunda-Pelebaran-Jalur-Penghubung-Kalimalang
Bekasi, 31/12 (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, terpaksan menunda proyek pelebaran jalan penghubung Kalimalang di Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, akibat adanya penolakan dari warga sekitar.

"Jalur penghubung itu berlokasi di Perumahan Galaxy. Proyek itu seharusnya saat ini sudah mulai berjalan, tapi terpaksan kita hentikan sementara sampai ada kesepakatan dengan warga," ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Momon Sulaiman, di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, warga menolak proyek yang dikerjakan pengembang Agung Sedayu Grup itu lantaran khawatir terjadi banjir akibat penutupan saluran air dalam proses pelebaran jalur tersebut.

"Masyarakat baru mengizinkan proyek tersebut untuk dilanjutkan bila ada jaminan berupa kajian teknis yang memperlihatkan pelebaran jalan tersebut tidak berdampak negatif pada lingkungan," katanya.

Warga yang menolak keras pelebaran jalan di atas gorong-gorong air itu ialah mereka yang berada di RW 13, 14, 15 Kelurahan Pekayon Jaya.   
"Sedikitnya 1.000 kepala keluarga di tiga RW ini yang khawatir terimbas negatif pascapelebaran jalan," ujarnya.

Menurut dia, pelebaran jalan merupakan konsekuensi atas peningkatan status jalan di wilayah setempat.

"Semula merupakan jalan lingkungan, kini sudah naik menjadi jalan sekunder primer karena di sekitar perumahan itu didirikan mal," katanya.

Menurut dia, peningkatan status jalan tersebut sesuai dengan masukan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang bermaksud menjadikan jalan ini sebagai alternatif penghubung Jalan Pekayon dengan Jalan KH Noer Alie Kalimalang.

Akibat peningkatan status jalan tersebut, otomatis pelebaran jalan di masing-masing sisinya dilakukan supaya memadai dengan beban kendaraan yang nantinya akan melintas.      Dikarenakan pelebaran ke samping sudah tidak memungkinkan akibat sudah memasuki perumahan warga, gorong-gorong di bagian tengah yang kemudian dijadikan sasaran pelebaran jalan.

Ketua RW14 Pekayon Jaya, Safarudin Harahap, mengatakan pelebaran jalan itu tidak memperhatikan kepentingan warga dan sangat mendadak tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu.   
"Proyeknya sudah berjalan sejak pertengahan pekan kemarin," katanya.

Menurut dia, gorong-gorong yang akan ditutup untuk dijadikan area pelebaran jalan itu selama ini tidak berfungsi optimal.

"Saat hujan turun, genangan air sering menyergap perumahan kami. Jika gorong-gorong itu justru ditutup, kami khawatir tinggi genangan akan semakin tinggi atau justru mengakibatkan banjir karena ditambah kiriman air dari wilayah lain," ujarnya.

Warga sekitar, kata dia, sempat berdemontrasi di sekitar lokasi untuk meminta proyek dihentikan sementara.

"Sebelum ada kajian teknis yang memperlihatkan proyek tersebut aman, kami tidak akan pernah membiarkan pengerjaannya berlanjut," katanya.
 


 Andi F


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026