ayo-ikutan-uji-publik-kurikulum-2013
Depok, 3/12 (ANTARA) - Kurikulum 2013 mulai diuji publik. Semua lapisan masyarakat bisa memberikan masukan dan pendapat untuk menyempurnakan kurikulum yang bakal menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku saat ini.

Masyarakat yang ingin memberian pendapat bisa mengakses situs  http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Dari situs ini pula mereka bisa memperoleh draf kurikulum baru dan alternative yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait teknis pelaksanaannya.

"Bagi yang tidak setuju bisa menyampaikannya di situ, tetapi harus juga mencantumkan alasan kenapa tidak setuju dan sebaiknya bagaimana. Jangan dibatalkan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. "Silakan berpendapat. Kami terima masukannya. Mana yang harus diperbaiki, mana yang kurang."

Menurut dia, pendapat masyarakat luas sangat dibutuhkan agar dapat mengoreksi kekurangan yang ada pada kurikulum yang akan diluncurkan pada pertengahan 2013 mendatang itu. Masukan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan formula kurikulum 2013.

Uji publik juga akan dilakukan lewat kunjungan atau roadshow ke lima kota besar dan 33 kabupaten/kota di Indonesia. Berbagai fase harus dilewati oleh kurikulum baru ini untuk memperoleh kesempurnaan saat diterapkan pada Juni 2013 nanti. Saat ini, kurikulum 2013 tengah memasuki fase uji publik selama tiga minggu di lima kota besar dan 33 kabupaten/kota di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, menyebutkan, uji publik ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu secara langsung dan secara online yang dapat diakses oleh semua masyarakat.

Dalam pendekatan secara langsung pihak yang dilibatkan adalah guru, praktisi pendidikan, pengamat pendidikan, ahli pendidikan, anggota DPR, anggota DPRD, kepala dinas pendidikan, tim narasumber wapres, tim inti, unsur Kemdikbud dan unsur Kemenag.

"Semuanya diajak di sini untuk memberi masukan. Ada sekitar 383 orang yang akan ikut uji publik di Jakarta yang berlangung tiga hari sejak 29 November 2012," katanya.

Pada uji publik langsung, sebelum memberi masukan, para peserta uji publik yang terdiri atas banyak pihak ini mendengarkan paparan dan penjelasan terkait draf kurikulum baru tersebut. Selanjutnya, para peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan diskusi terkait paparan tersebut.

"Fokus diskusinya seputar paparan tersebut tapi instrumennya terkait Standar Kompetensi Lulusan, struktur kurikulum, standar proses dan penilaian," ujar Khairil.

Setelah diberi waktu lebih dari 120 menit untuk berdiskusi, masing-masing kelompok diberi waktu untuk melaporkan hasil kerjanya dan rumusan hasil rekomendasi untuk kurikulum 2013. Hasil rekomendasi tersebut disusun dan ditelaah untuk kemudian dikombinasikan menjadi rumusan hasil uji publik yang nantinya dijadikan penyempurnaan kurikulum 2013.

"Jadi dokumen kurikulum 2013 yang disempurnakan nantinya berdasarkan dari uji publik yang dilakukan saat ini," ujarnya.

Khairil menyebutkan, konsep pengembangan kurikulum pada tingkat nasional dilakukan dengan menyusun kurikulum, panduan pelaksanaan kurikulum, dan pembelajaran, serta model teks buku pelajaran.

Menurut dia, kurikulum tahun depan akan mengarahkan para siswa pada observasi dan pembuatan laporan dalam setiap mata pelajaran.  Dalam buku akan diberikan tuntunan untuk proses pembelajaran seperti itu.

Juga pola pengadaan buku pelajaran untuk siswa, katanya, berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Kali ini pemerintah menyiapkan buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru untuk setiap mata pelajaran yang didistribusikan ke sekolah-sekolah. Buku-buku pelajaran akan diberikan secara gratis pada guru dan siswa.

 
          Jangan hanya formalitas

Namun, pakar pendidikan Utomo Dananjaya mengingatkan, uji publik perubahan kurikulum 2013 yang akan digelar di sejumlah kota besar dan provinsi ini bukan sekadar formalitas yang harus ditempuh Kemendikbud.

Dia mengaku pesimis terhadap kurikulum baru tersebut. "KTSP saja banyak yang belum dilaksanakan tingkat direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah, jadi bagaiman mau mengubah kurikulum. Saya khawatir kurikulum baru ini akan sama nasibnya dengan kurikulum 2006."

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim segera menolak pendapat bahwa  uji publik hanya formalitas belaka. ¿Komentar miring seperti itu amat tidak bijaksana dan buat apa kalau begitu kita menghadirkan jauh-jauh banyak orang, biayanya juga tidak sedikit.¿

Menurut dia, jika tidak diujipublikan bagaimana bisa tahu apakah program yang sudah disusun sedemikian rupa itu sebenarnya sudah bagus atau belum, atau bisa diterapkan atau tidak. "Itulah fungsinya uji publik yakni menampung semua masukan yang ada sehingga kurikulum ini bisa efektif," katanya.

Sementara itu pengamat pendidikan lainnya, Darmaningtyas mengkritisi hadirin pada pembukaan uji publik yang sebagian besar adalah internal kalangan Kemendikbud. "Kalau seperti ini, ya lebih tepat namanya sosialisasi. Saya berharap lebih banyak aktivis pendidikan atau guru yang hadir."

Pakar pendidikan, Arief Rachman menilai uji public sebagai langkah penting untuk mengukur bisa tidaknya kurikulum baru diterapkan dalam sistem pendidikan. "Bagaimanapun bentuknya kurikulum itu, asalkan gurunya bisa mengajar dan proses mengajarnya baik, hasilnya juga akan baik."

"Kita berharap uji publik kali ini diselenggarakan dengan saksama, termasuk pemilihan sekolah-sekolah tempat uji publik agar hasil yang didapat mampu merepresentasikan kondisi di seluruh Indonesia," ujarnya sambil menambahkan bahwa uji publik penting untuk menetapkan keabsahan dan taraf kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pendidikan tersebut.

Dia juga mengingatkan bahwa mutu guru sebagai pengajarlah yang akan menjadi indikator utama sukses atau tidaknya sebuah kurikulum mencerdaskan para siswa. ¿Ibarat bikin kue, meski bahan-bahannya berkualitas, hasilnya dijamin tidak enak kalau yang masak tidak punya pengetahuan memasak.¿

Kegagalan kurikulum sebelumnya menurut Arief juga diakibatkan para guru yang gagal mentransfer ilmu dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga murid-murid cepat paham. "Intinya, yang perlu ditekankan adalah kualitas guru. Apapun bentuk kurikulum, asalkan gurunya bisa mengajar dan proses mengajarnya baik, hasilnya juga akan baik."

Terkait penyiapan SDM (guru) ini Wamendikbud menyebutkan, ada waktu sekitar enam bulan pelatihan komprehensif terhadap guru yang ada di seluruh Indonesia untuk mengenal kurikulum 2013 agar implementasi di lapangan kepada anak didiknya dapat berjalan dengan lancar.

Tidak hanya itu, pelatihan yang didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) beberapa waktu lalu juga akan dijadikan wadah untuk membina para guru agar mampu memahami konsep kurikulum 2013. Dengan demikian, saat penerapan kurikulum dilaksanakan tidak ada lagi kendala yang berakibat tidak tercapainya sasaran kurikulum baru ini.

Menurut dia, saat uji publik para guru ini juga akan diberi ruang untuk berpendapat terkait kurikulum baru ini, sehingga kurikulum yang bakal diberlakukan tahun depan itu juga merupakan hasil dari urun rembug semua elemen masyarakat.

Semoga benar adanya bahwa gurulah yang seharusnya paling tahu bagaimana sebaiknya menjalankan kurikulum baru tersebut di lapangan.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026