Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum LBH Masyarakat Adil Bersatu (LBH MABES), Dr. Tasrif, SH., MH meminta jangan memperkeruh polemik yang sedang berkembang di masyarakat saat ini yaitu areal pagar laut yang berada di pesisir laut Tangerang Banten.
"Polemik pagar laut PIK 2, ada segelintir orang yang mencoba memperkeruh persoalan dengan memecah belah persatuan dan kerukunan bangsa," kata Tasrif dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Dalam polemik areal pagar laut di Pantai Tangerang tersebut, kini perkembangannya menyeret PT PIK 2 yang merupakan perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Sugianto Kusuma atau Aguan.
Baca juga: Pagar laut hanya untungkan beberapa orang
Baca juga: Soal pagar laut, para menteri saling mendukung
Kendati semakin memanasnya polemik pagar laut PIK 2, ada segelintir atau sekelompok orang yang memanfaatkan polemik tersebut untuk memecah belah persatuan dan kerukunan bangsa.
Tambah Alumni Doktor Universitas Jayabaya ini, narasi adany provokasi tersebut bertentangan dengan Indonesia sebagai negara hukum. Sehingga penduduk dan warga negara setara di mata hukum.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026