pemkot-depok-bangun-dua-gedung-pasarDepok, 15/11 (ANTARA) - Pemerintah Kota Depok sedang membangun dua gedung pasar yang diperuntukkan bagi pedagang di Pasar Musi di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.
"Tahun depan pembangunannya sudah selesai dan dapat ditempati para pedagang," kata Direktur Utama PT Pasar Musi Baru, Edi Iswanto di Depok, Kamis.
Ia mengatakan pembangunan pasar seluas lebih dari 9.000 meter per segi itu terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah milik pengembang, dan tahap II milik pemerintah.
Dikatakannya kondisi Pasar Musi saat ini tergolong tidak layak digunakan sebagai lokasi perdagangan. Penjual hanya berjejer di pinggir jalan dan menyewa ruko seadanya.
"Kondisinya sangat becek dan bau. Padahal, pasar ini memiliki potensi ekonomi yang besar. Banyak warga tidak mau belanja karena kondisinya yang tidak nyaman," katanya.
Untuk itu kata dia kami akan menata pasar tradisional ini menjadi pasar yang bersih. Dengan dibangun dua gedung. Gedung A seluas 6.300 meter per segi adalah milik pengembang dan Gedung B seluas 3.060 meter persegi milik pemerintah.
Ia menjelaskan nantinya Gedung A terdiri dari dua lantai yang terdiri dari los dan kios. Lantai satu adalah los yang diperuntukkan bagi penjual basah, sedangkan lantai dua terdiri dari kios untuk pedagang kering. Sedangkan, Gedung B hanya terdiri dari los dan hanya satu lantai saja. "Kami juga menampung pedagang kaki lima yang ada di Pasar Musi saat ini. Kami sengaja menampung PKL itu agar kondisi pasar terlihat tertib dan tidak ada PKL yang berjualan sembarangan," ujarnya.
Pedagang Pasar Musi saat ini berjumlah 430 orang dan 100 PKL. Sedangkan daya tampung Pasar Musi Baru nanti mencapai 530 dan sekitar 150 los untuk PKL. Dengan demikian, akan ada pedagang baru di luar pedagang Pasar Musi saat ini.
"Kami tetap memprioritaskan pedagang lama terlebuh dahulu. Jika pedagang lama sudah terakomodir dan masih tersisa tempat baru kita akan akomodir pedagang di luar Pasar Musi," katanya.
Setelah pasar selesai dibangun maka tidak ada lagi penjual yang sembarangan berdagang sehingga Jalan Banyu Asin terlihat tertib. Nantinya, angkutan kota (angkot) yang melalui Jalan Keadilan akan masuk ke dalam pasar. Akses menuju pasar pun jadi lebih mudah.
Menurut dia total investasi Pasar Musi Baru mencapai Rp 50 miliar, sedangkan untuk pembangunan fisik saja menelan Rp 25 miliar. Area parkir juga dipersiapkan untuk 75 mobil dan 300 motor.
"Seluruh konsep yang diminta oleh pemerintah pun kami penuhi. Mulai dari drainase, penghijauan dan tata kelola. Mengenai ruang khusus menyusui dan pentipan baru akan kami pertimbangkan," ujarnya.
Sementara itu Ketua Persatuan Pedagang Pasar Musi Depok (P3MD) Lalan Pardesa menambahkan, permintaan pembanguna pasar ini sudah diperjuangkan sejak tahun 2008.
Menyryt dia baru terealisasi sekarang karena banyak pengembang enggan menanamkan modal karena sebagian lahan ini adalah milik pemerintah. PT Pasar Musi Baru adalah pengembang ke 13 yang akhirnya bersedia merealisasikan keingingan pedagang.
"Perlu perpanjangan tangan . Lihat saja kondisi pasar sekarang sudah tidak layak dan tidak nyaman," katanya.
Feru L
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.