Seoul (ANTARA) - Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) berharap Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump dapat berdialog dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mungkin mencapai "kesepakatan kecil" terkait program nuklir Korut.
NIS membuat penilaian tersebut selama pengarahan tertutup kepada anggota parlemen di tengah harapan bahwa Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari, kemungkinan ingin mengulangi diplomasi pertemuannya dengan Kim.
"Ada kemungkinan Trump mengupayakan dialog dengan Kim karena menurut Trump, pertemuan sebelumnya dengan Kim adalah pencapaian besar dalam karir pemerintahannya," sebut NIS yang dikutip oleh para anggota parlemen.
NIS melihat peluang keterlibatan Trump dengan Kim, setelah mengetahui pencalonannya terhadap mantan Duta Besar untuk Jerman Richard Grenell sebagai utusan presiden untuk misi khusus dan pemilihan mantan pejabat kebijakan Korut Alex Wong, sebagai penasihat utama Gedung Putih.
Sumber: Yonhap-OANA
Baca juga: 100 tentara Korut yang dikirim ke Rusia tewas
Baca juga: Korut tambah pasukan dan pasok drone bunuh diri ke Rusia