Kamis, 19 Oktober 2017

Indonesia-Laos Memperkuat Kerja Sama Bidang Perioritas (Video)

id Indonesia, Laos, Presiden, Joko Widodo, Jokowi, Memperkuat, Kerja Sama, Bidang Perioritas, Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos, Thongloun
Indonesia-Laos Memperkuat Kerja Sama Bidang Perioritas (Video)
Presiden Joko Widodo (dua kanan) saat berbincang santai dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith beserta istrinya, Naly Sisoulith, di beranda belakang Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/VIDEO: Joko Susilo).
Jokowi juga mengatakan keinginan Indonesia untuk bekerja sama dalam menanggulangi penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika.
Bogor (Antara Megapolitan-Bogor) - Indonesia dan Laos akan memperkuat kerja sama pada beberapa bidang prioritas. Berikut berita selengapnya.  

Presiden Joko Widodo mengungkapkan dirinya dan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith fokus diskusi untuk memperkuat kerja sama di beberapa bidang prioritas yaitu investasi, pertahanan keamanan serta sosial budaya.

Hal ini diungkapkan presiden saat konferensi bersama dengan PM Thongloun usai pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis.

"Saya menyambut baik kerja sama bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin, pertemuan bisnis akan membantu upaya  meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi," kata Jokowi yang didampingi PM Thongloun.

Presiden juga mengungkapkan kunjungan PM Laos ke Indonesia juga telah mengunjungi "Trade Expo Indonesia 2017" yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kota Tangerang.

"Merupakan hal istimewa bagi PM Thongloun juga telah mengunjungi Trade Expo Indonesia 2017. Sektor  perdagangan dan investasi yang dapat terus didorong antara lain di bidang energi, pertambangan, pertanian," katanya.

.

Presiden mengatakan investor Indonesia sangat tertarik menanamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan dan dirinya mengharapkan kiranya rencana ini dapat segera direalisasikan. Selain itu, industri statis Indonesia siap menyediakan produk-produk berkualitas, seperti pesawat dan alutsista sesuai dengan yang diperlukan Laos.

Jokowi juga mengatakan keinginan Indonesia untuk bekerja sama dalam menanggulangi penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika.

"Saya harap MoU pengawasan dan obat dapat segera ditindaklanjuti," harap Presiden.

Sedangkan kerja sama sosial budaya, Presiden meyakinkan PM Thongloun bahwa Indonesia senantiasa mendukung Laos dalam program peningkatan kapasitas.

"Dan saya menyambut baik pelajar dari Laos yang akan menempuh pendidikan di Indonesia," kata Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa PM Thongloun dan dirinya percaya bahwa hubungan bilateral sangat baik antara kedua negara selama 60 tahun dan masa akan datang harus dapat dinikmati rakyat kedua negara.

"Karena itu, kita akan terus meningkatkan kerja sama demi untuk kemakmuran masyarakat kedua negara," kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan tahun bahagia bagi Indonesia-Laos karena telah merayakan 60 tahun hubungan diplomatik.

"Banyak yang telah kita capai dalam 60 kerja sama ini," kata Jokowi.

PM Thongloun mengatakan Laos setuju untuk menyepakati beberapa isu penting pada pembahasan dalam pertemuan bilateral yang menjadi kepentingan dari kedua negara.

"Saya yakin bahwa Laos dan Indonesia akan terus memperkuat kerjasama di bidang keamanan, perdagangan, perekonomian, investasi dan juga ke depan kerja sama kita di berbagai tingkat baik di regional maupun internasional," kata PM Thongloun.

Dia juga mengatakan bahwa sebagai sesama anggota ASEAN akan terus berusaha berkontribusi pada peningkatan peran di level regional dan internasional.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Laos kami menyampaikan terima kasih yang sangat tulus kepada pemerintah Indonesia atas dukungannya di berbagai bidang kepada kami dan berkontribusi juga pada peningkatan sosial ekonomi di Laos," katanya. (ANT/BPJ).     

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga