Kamis, 19 Oktober 2017

Korem 061/Suryakancana Gandeng Pedagang Meriahkan Hut TNI

id HUT ke-71 TNI, Korem 061/Suryakancana, Kebun Raya Bogor, kuliner gratis, PKL, Pedagang, AMD, ABRI masuk desa, bogor
Korem 061/Suryakancana Gandeng Pedagang Meriahkan Hut TNI
Anggota TNI dan Polri menyerbu pedagang jajanan makanan gratis yang diundang dalam rangka Peringatan HUT ke-71 TNI di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/9). (Foto Antara/Laily Rahmawaty/17).
Kita rutin setiap ada kegiatan yang melibatkan orang banyak, kita gandeng PKL ini. Hampir setiap tahun ada kegiatannya.
Bogor (Antara Megapolitan) - Peringatan HUT ke-71 TNI yang dilaksanakan jajaran Korem 061/Suryakancana di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat, berlangsung meriah dengan suguhan kuliner gratis dari sejumlah PKL yang diundang.

PKL tersebut menyuguhkan hidangan kuliner tradisional mulai dari bubur ayam, toge goreng, soto ayam, soto kuning Bogor, soto daging dan siomay.

Kepala Penerangan Korem 061/Suryakancana Mayor Loekman Hakim menyebutkan total ada 10 PKL yang mereka undang dalam kegiatan tersebut.

"Mereka ini PKL yang biasa berjualan di pinggir jalan, ada yang dekat lingkungan Makorem ada juga yang di luar," katanya.

Masing-masing PKL dipesan untuk menyuguhkan 200 porsi hidangan. Total ada 2.000 porsi hidangan yang disediakan selama acara berlangsung.

Menurut Loekman kehadiran pedagang kuliner ini sebagai perwujudan dari kemanunggalan TNI bersama rakyat. TNI ikut membantu usaha masyarakat kecil.

"Kita rutin setiap ada kegiatan yang melibatkan orang banyak, kita gandeng PKL ini. Hampir setiap tahun ada kegiatannya," katanya.

Loekman menyebutkan kemanunggalan TNI dan masyarakat diartikan TNI hadir membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalannya, melalui kegiatan AMD atau ABRI masuk desa.

Kini TNI terjun di tengah-tengah masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

"Dengan menggandeng PKL ini mereka juga terbantu untuk memasarkan dagangannya, tentunya ada nilai ekonominya bagi masyarakat," kata Loekman.

Adanya kegiatan TNI yang melibatkan PKL disambut baik para pedagang tersebut. Irma (24) dan Faisal (33) pedagang soto kuning ini merasa senang karena tidak sampai satu jam 200 porsi hidangan yang disuguhkannya ludes dimakan.

"Kami pedangan ya sangat senanglah ada kegiatan seperti ini, terbantu jadinya kami berjualan, apalagi sampai habis 200 porsi," kata Irma.

Sehari-hari Irma dan Faisal berjualan soto kuning di Simpang Mawar, buka setiap sore sampai malam. Sehari bisa berjualan 50 porsi, jika laris maksimal 100 porsi tidak pernah lebih.

Soto yang mereka jual seharga Rp12 ribu per porsi. Dari 200 porsi yang dipesan oleh Korem 061/Suryakancana, Irma dan Faisal mengantongi uang Rp2.400.000 hanya untuk beberapa jam saja.

Sebagai bonus karena sudah disewa untuk HUT ke-72 TNI mereka memberikan kripik emping gratis.

"Biasa kalau jualan hari-hari paling rame itu habis 100 porsi, itupun jarang-jarang, jualan dari sore sampai malam," kata Faisal.

Selain menyuguhkan jajanan kuliner, Korem 061/Suryakancan juga memesan 100 nampan rebus-rebusan jagung, kacang, pisang dan ubi dari perdagang di sekitar Bogor.

Semua hidangan tersebut disuguhkan gratis bagi prajurit TNI dan Polri serta tamu undangan yang hadir, dan seluruh pegawai di kedua instansi tersebut.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga