Awalnya potensi kelahiran di Kabupaten Sukabumi mencapai 123 ribu jiwa setiap tahunnya, namun saat ini hanya sekitar 47 ribu jiwa/tahun.
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengklaim mampu menekan angka pertumbuhan pendudukan melalui progam menekan potensi kelahiran penduduk.

"Awalnya potensi kelahiran di Kabupaten Sukabumi mencapai 123 ribu jiwa setiap tahunnya, namun saat ini hanya sekitar 47 ribu jiwa/tahun," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Kabupaten Sukabumi, Ade Mulyadi di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, untuk menekan jumlah pertumbuhan penduduk ini, pihaknya menggencarkan progam keluarga berencana (KB). Bahkan, progam tersebut sasarannya tidak hanya kaum wanita saja, tetapi pria pun diimbau untuk menggunakan KB.

Program KB ini juga bekerjasama dengan instansi terkait lainnya seperti dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) KB-Kes, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) KB-Kes, TNI Manunggal KB-Kes (TMKK) dan terakhir kesatuan gerak PKK KB-Kes.

Dengan ditekannya potensi kelahirannya tersebut, berimbas baik terhadap penghematan anggaran yang dikeluarkan dari APBD Kabupaten Sukabumi, APBD Provinsi Jabar maupun APBN.

"Selain menekan angka kelahiran, kami juga berupaya menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak dilahirkan. Seperti sosialisasi layak menikah dan mengandung," tambahnya.

Ade mengatakan penghematan anggaran tersebut dilihat dari rincian penyediaan anggaran untuk satu kelahiran minimal yang memerlukan biaya sebesar Rp6 juta dengan asumsi biaya penyediaan pelayanan dasar kesehatan Rp2,5 juta dan pelayanan pendidikan dasar Rp3,5 juta untuk setiap anak yang lahir.

Perhitungan tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 2005 lalu. Maka dari itu untuk perhitungan sekarang maka nilainya bisa meningkat menjadi Rp10 juta hingga Rp15 juta setiap satu kelahiran.

"Jika hitungan anggaran yang harus dikeluarkan setiap satu kelahiran Rp6 juta, dengan penurunan potensi angka kelahiran ini bisa mengehemat anggaran mencapai Rp400 miliar/tahun," katanya.

Pewarta: Aditya A Rohman
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026